health

vehicles

business

Login Email Sahara Kafila
Google Account
Username:
Password:
/ / / Naik Haji setelah 23 Tahun Berjualan Gula Aren Keliling

Dengan modal niat dan keikhlasan, akhirnya setelah menunggu 23 tahun seorang penjual gula aren keliling di Tasikmalaya, Jawa Barat bisa menunaikan haji tahun ini.

Ia adalah Ibu Icoh Sadeli, warga Desa Citamba, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Kamis (11/9/2014), Ibu Icoh adalah calon haji Indonesia yang akan berangkat pada 26 September nanti.

Menjual gula aren sudah dilakoni Ibu Icoh sejak 15 tahun. Sebelumnya selama 8 tahun ia adalah pedagang sayuran gendong yang juga berkeliling dari kampung ke kampung lainnya. Semua itu dilakukannya demi satu tujuan, yaitu bisa naik haji.

Dengan menabung hasil penjualan gula aren antara Rp 15 ribu-Rp 50 ribu setiap harinya, ia pun mendaftar untuk naik haji pada 2010. Keinginan naik haji berawal dari saran sang ayah semasa hidupnya.
Kepastian keberangkatan Ibu Icoh naik haji pun baru diketahui anak-anaknya saat ada surat pemberitahuan dari pihak bank bahwa sudah ada pelunasan dana talangan haji sebesar Rp 25 juta.

Kini keluarga berharap sang ibu bisa tetap sehat walafiat menunaikan ibadah haji dengan lancar dan kembali dengan selamat. (liputan6.com)

«
Next

Posting Lebih Baru

»
Previous

Posting Lama

About Admin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Naik Haji setelah 23 Tahun Berjualan Gula Aren Keliling

Dengan modal niat dan keikhlasan, akhirnya setelah menunggu 23 tahun seorang penjual gula aren keliling di Tasikmalaya, Jawa Barat bisa menunaikan haji tahun ini.

Ia adalah Ibu Icoh Sadeli, warga Desa Citamba, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Kamis (11/9/2014), Ibu Icoh adalah calon haji Indonesia yang akan berangkat pada 26 September nanti.

Menjual gula aren sudah dilakoni Ibu Icoh sejak 15 tahun. Sebelumnya selama 8 tahun ia adalah pedagang sayuran gendong yang juga berkeliling dari kampung ke kampung lainnya. Semua itu dilakukannya demi satu tujuan, yaitu bisa naik haji.

Dengan menabung hasil penjualan gula aren antara Rp 15 ribu-Rp 50 ribu setiap harinya, ia pun mendaftar untuk naik haji pada 2010. Keinginan naik haji berawal dari saran sang ayah semasa hidupnya.
Kepastian keberangkatan Ibu Icoh naik haji pun baru diketahui anak-anaknya saat ada surat pemberitahuan dari pihak bank bahwa sudah ada pelunasan dana talangan haji sebesar Rp 25 juta.

Kini keluarga berharap sang ibu bisa tetap sehat walafiat menunaikan ibadah haji dengan lancar dan kembali dengan selamat. (liputan6.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar