health

vehicles

business

Login Email Sahara Kafila
Google Account
Username:
Password:

2015

Jamaah Haji Indonesia
Tahun ini sekitar 168.800 jamaah dari Indonesia akan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, namun tidak semua bisa mendapatkan pengalaman bathin dan bisa menjadi haji yang mabrur seperti yang diharapkan. 

Prof Aswadi, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Surabaya, yang menjadi salah satu anggota tim pembimbing haji pada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1436H/2015M di Makkah, Arab Saudi, mengatakan ada beberapa  hal yang harus diperhatikan jamaah untuk menjadi haji yang mabrur, sekaligus menjadi tanda-tanda ia memperoleh manfaat dari ibadahnya. 

"Orang itu (jamaah) harus memiliki pengetahuan mengenai Islam yang luas," katanya. Hal itu, lanjut dia, penting agar jamaah memahami tujuan berhaji dan proses pelaksanaannya, serta paham setiap makna urutan ibadah yang mereka lakukan. 

Karena itulah tim pembimbing haji PPIH daerah kerja (Daker) Makkah yang dipimpin Tawwabuddin Muhammad Maulana, melakukan sejumlah kunjungan ke berbagai pemondokan untuk meningkatkan pengetahuan jamaah tentang ibadah haji.

Kemudian setelah paham mengenai makna berhaji, kata Aswadi, jamaah harus mampu mencegah orang melakukan pelanggaran, termasuk misalnya tidak menyakiti jamaah lain ketika berusaha mencium Hajar Aswad atau shalat di Hijr Ismail. 

"Setelah itu ia akan mampu memberi kabar gembira kepada orang lain dan menyenangkan orang lain," ujarnya.  

Aswadi mencontohkan Nabi Ibrahim AS yang berdo'a kepada Allah agar Makkah yang tandus bisa menjadi negeri yang makmur  yang bisa memberi kemakmuran bagi banyak orang. Secara logika mungkin sulit, katanya, namun Nabi Ibrahim tidak putus asa berdoa dan. 
 
Dengan kekuasaan Allah, banyak orang yang datang ke negeri tandus tersebut melalui perintah dibangunnya Rumah Allah (Baitullah) dan perintah berhaji ke sana, sehingga setiap tahun Makkah tidak pernah sepi dari kunjungan umat Islam untuk umrah dan haji. Do'anya dikabulkan dan menyenangkan serta memakmurkan banyak orang.  

"Ketika melihat banyak persoalan,  kita tidak punya kemampuan secara total untuk mengatasinya, maka berserah dirilah padaNYA, pasti ada jalan keluarnya," ujar Aswadi. Hal itulah yang dilakukan Nabi Ibrahim AS. 

Selain itu, salah satu ciri haji yang mabrur kelak menjadi orang yang damai dan mudah mendamaikan, tenang dan menyenangkan orang lain.  

"Tiga hal itu akan mengarahkan manusia benar-benar beriman kepada Allah dan RasulNya," kata dosen S3 di UIN Surabaya, Jawa Timur itu. 

Kemudian, manusia tersebut mempunyai tugas menginformasikan kepada orang lain, menyebarkan berita gembira tentang haji, dan terus bertasbih, sehingga meluas nilai-nilai kebaikan dalam dirinya. 

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/tips-haji/15/09/06/nu99pm299-ini-tandatanda-haji-mabrur
Seorang petani di Desa Kabawokole, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), naik haji setelah menabung di bambu selama puluhan tahun.

La Ode Wero (89), petani kelapa dan pala tersebut, mengatakan, selama puluhan tahun dia menyimpan uang di bambu dan atap rumah. Sehari, dia menabung Rp2 ribu-Rp30 ribu.

Pada tahun 1982, dia memberitahukan anaknya, Wa Ode Sahira, untuk mendaftarkannya ke Kantor Departemen Agama setempat agar bisa berhaji. Namun, anaknya sempat menolak. Anak-anaknya ingin agar La Ode Wero bisa berhaji bersama istrinya, Wa Ode Pani. La Ode pun kembali menyisihkan uangnya.

Pada tahun 2011, dia dan istrinya resmi masuk daftar tunggu haji. Karena usia yang sudah lanjut akhirnya pemerintah setempat dalam hal ini Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton memberikan kesempatan baginya dan istri tercintanya untuk bisa berhaji tahun ini.

La Ode Wero dan istrinya akan berangkat ke Makassar, Sulawesi Selatan pada 8 September 2015. Kemudian, tanggal 12 September 2015 diberangkatkan ke Tanah Suci bersama rombongan haji lainnya.

Sumber : http://daerah.sindonews.com/read/1039791/192/petani-ini-menabung-di-bambu-demi-naik-haji-1441172544

Setelah menanti 33 tahun, seorang petani di Desa Kabawokole, Paraswajo, Buton, La Ode Wero, dapat menunaikan ibadah haji bersama istri setelah menabung di tabungan bambu.
La Ode Wero mengatakan, niat untuk menunaikan rukun Islam ke lima itu tidak pernah surut dalam dirinya. Meski menyadari pendapatannya sebagai petani tidak banyak, Lao Ode Wero terus menyisihkan sedikit hartanya dengan disisipkan di bambu yang ada di atap rumahnya.
“Sejak tahun 1982 saya menabung sedikit demi sedikit di bambu dan akhirnya tahun ini bisa berhaji,” katanya saat ditemui, kemarin.
La Ode Wero, selama ini tinggal di rumah yang terletak di tengah-tengah areal perkebunan miliknya. Pria berusia 89 tahun ini sehari-hari bertani kelapa dan pala. Tidak banyak uang yang disishkan La Ode Wero untuk mengejar mimpinya berhaji, hanya sekira Rp2 ribu sampai Rp 10 ribu per harinya.
“Tahun 2011 saya mendaftar untuk berangkat haji dan akhirnya bis aberangkat tahun ini,” ujar dia.
Rencananya La Ode Wero akan bernagkat ke tanah suci pada 12 September 2015 melalui embarkasi Makassar. Kini keduanya tengah mempersiapkan diri untuk bisa menunaikan ibadah haji di tanah suci.
Sumber : http://news.okezone.com/read/2015/09/02/340/1206654/nabung-33-tahun-petani-ini-naik-haji
Jemaah calon haji asal Indonesia keluar bus untuk melaksanakan miqot di Masjid Bir Ali.  Tribunnews.com/Adi Suhendiq

Terhitung dari 21 Agustus 2015 sampai 1 September 2015 pukul 06.00 waktu Arab Saudi, sudah 59.094 jemaah calon haji dan petugas yang sudah tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.
Berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Daerah Kerja Madinah jumlah tersebut terdiri dari 58.384 jemaah calon haji dan petugas haji dengan rincian TPHI 142 petugas, TKHI 426 petugas, dan TPIHI 142 petugas dengan jumlah 142 kelompok terbang.
Sementara jemaah yang sudah diberangkatkan ke Mekah dari Madinah sejak 30 Agustus 2015 hingga 31 Agustus sebanyak 23 kloter dengan jumlah 9 079 orang. Rencananya, Selasa (1/9/2015), ada 10 kloter jemaah berangkat ke Mekah dari Madinah.
Kedatangan jemaah calon haji gelombang pertama di Bandara AMAA Madinah berlangsung hingga 4 September 2015 dini hari. Setelah itu baru jemaah gelombang kedua akan datang melalui Bandara King Abdul Aziz di Jedah dan jemaah akan langsung didistribusikan ke Mekah.
Diharapkan jemaah asal Indonesia bisa berangkat ke Mekah pagi hari agar selama perjalanan tidak terlalu panas. Untuk itu, pihak Daker Madinah harus bergerak cepat menginput data jemaah supaya bisa mendapatkan jatah keberangkatan yang banyak di pagi hari
Kepala Daerah Kerja Madinah, Nasrullah Jasam, mengungkapkan kebanyakan jemaah dari Madinah ke Mekah akan berangkat pagi hari setelah waktu subuh hingga pukul 11.00 waktu Arab Saudi. "Kita harapkan jemaah kita lebih banyak berangkat pagi hari," ujar dia.
Kebanyakan jemaah asal Indonesia akan berangkat setelah salat Subuh. Rombongan pertama akan diberangkatkan sebanyak 2465 jemaah, disusul gelombang kedua 1062 orang. Kemudian setelah Zuhur diberangkatkan 755 jemaah. Lalu setelah Asar ada 354 jemaah yang akan berangkat menuju Mekah dalam rangka menjalankan ibadah umrah dan haji.
“Untuk besok itu sebagian besar berangkat pagi dari mulai pukul 07.00 waktu Arab Saudi sampai pukul 11.00 men jelang siang, kemudian sisanya ada sekitar 3 atau 4 kloter dari bakda Zuhur sampai pukul 17.00,” ucap Jasam.
Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2015/09/01/59094-jemaah-calon-haji-sudah-mendarat-di-madinah


Masjid Jin adalah sebuah masjid yang terletak di Kampung Ma’la, tidak jauh dari pekuburan Kota Makkah.
Penamaan masjid tersebut dengan Masjid Jin terkait erat dengan suatu peristiwa yang sangat langka dan penting yang berkaitan dengan bangsa jin dan dakwah Islam.

Peristiwa yang dimaksud adalah masuk Islamnya serombongan jin di masjid tersebut setelah mendengar dan menghayati lantunan ayat-ayat suci Alquran yang dibacakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Pada kesempatan itu, para jin berbaiat (berjanji setia) untuk beriman kepada Allah SWT, mengikuti ajaran Islam, dan menyebarkan agama Allah di kalangan mereka. Oleh sebab itu, masjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Al-Bai’ah, yakni masjid tempat serombongan jin melakukan baiat.

Peristiwa besar ini diungkapkan oleh Allah SWT dalam Alquran surat Al-Ahqaf ayat 29-32: “Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Alquran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata, “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)!”

“Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata, “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Alquran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.”

“Hai kaum kami terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.”

Dalam suatu riwayat yang dimuat Imam Bukhari dan Imam Tirmidzi yang berasal dari Ibnu Abbas, disebutkan bahwa peristiwa pertemuan antara Rasulullah SAW dan serombongan jin itu terjadi ketika Rasulullah SAW dan serombongan sahabat sedang dalam perjalanan menuju Pasar Ukkaz.

Ketika sampai di daerah Tihamah, Rasulullah SAW dan rombongannya berhenti untuk melaksanakan Shalat Fajar. Rupanya, shalat Fajar yang dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabat tersebut mengakibatkan terhalangnya berita-berita langit yang biasa dicuri dengar oleh para syetan (jin yang kafir). Bahkan, syetan-syetan (jin-jin kafir) yang sedang mencoba mencuri berita tersebut mendapat lemparan bintang- bintang sehingga terpaksa pulang ke tempat kaumnya.
Sesampai di tempat kaumnya, syetan-syetan (jin-jin kafir) tersebut ditanya oleh kaumnya, “Apa yang menyebabkan kalian terhalang mendapat berita langit?”

Mereka menjawab, “Kami terhalang mendapatkan berita langit, bahkan kami dikejar oleh bintang-bintang.”

Kaum syetan menjawab, “Tidak mungkin ada halangan antara kita dengan berita langit. Pasti ini ada sebabnya!”

Pimpinan mereka memerintahkan, “Menyebarlah kalian ke barat dan ke timur. Carilah penghalang tersebut!”

Lalu syetan-syetan (jin-jin) tersebut menyebar ke seluruh pelosok jagad mencari penyebab terhalangnya berita langit tersebut. Sebagian di antara mereka sampai ke daerah Tihamah tempat Rasulullah SAW dan para sahabat berhenti. Ketika itu Rasulullah SAW tengah melakukan shalat Subuh.

Para jin tersebut mendengar dan memerhatikan dengan seksama bacaan Rasulullah SAW. Kemudian mereka berkata, “Demi Allah, pasti inilah yang menyebabkan kita terhalang dari berita langit.”

Mereka sangat kagum terhadap ayat-ayat Alquran yang mereka dengar. Mereka mengimaninya. Mereka lalu pulang ke kaumnya dan menyampaikan kejadian yang mereka alami. Kaum mereka pun menerima dan mengimani ajaran yang dibawa tersebut.

Peristiwa ini pula yang melatarbelakangi turunnya Alquran surah al-Jin ayat 1. Ayat ini menginfomasikan kepada Nabi Muhammad SAW tentang peristiwa alam gaib yang terjadi di sekeliling Rasulullah SAW dan para sahabat ketika itu. Rasulullah SAW kemudian menyampaikan pemberitahuan Allah SWT tersebut kepada para sahabat dan umat Islam.

Dalam surah Al-Jin, Allah SWT memberikan informasi, “Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Alquran), lalu mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman ke padanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan kami, dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.”

Kata jin secara kebahasaan mengandung makna ketertutupan atau ketersembunyian. Para pakar memberikan bermacam-macam definisi tentang jin. Muhammad Farid Wajdi menyatakan jin adalah makhluk yang terbuat dari hawa atau api, berakal, tersembunyi, dapat membentuk diri dengan berbagai bentuk, dan mempunyai kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan berat.

Sayyid Sabiq mendefinisikan jin dengan sejenis ruh yang berakal, berkehendak, mukallaf (dibebani tugas-tugas oleh Allah) sebagaimana manusia, tetapi mereka tidak berbentuk materi sebagaimana bentuk materi yang dimiliki manusia, yakni luput dari jangkauan indra atau tidak dapat terlihat sebagaimana keadaannya yang sebenarnya atau bentuknya yang sesungguhnya dan mereka mempunyai kemampuan untuk tampil dalam berbagai bentuk.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/wijhat/14/10/30/ne99ce-sejarah-masjid-jin-1

Di perbatasan Tanah Haram, tepatnya 11 kilometer dari Masjid Nabawi, Madinah, ada tempat cantik bernama Masjid Bir Ali. Di sinilah Miqat Makani (tempat berniat umrah/haji) bagi calon jamaah haji Indonesia yang berangkat dari Madinah menuju Masjidil Haram, Makkah. 

Sebanyak 12 kloter jamaah haji yang telah menyelesaikan prosesi Arbain di Masjid Nabawi Madinah akan tiba ke lembah Bir Ali pada Minggu (30/8) besok. Dalam rangka persiapan penyambutan  kedatangan jamaah haji dari Madinah, Kepala Sektor Khusus Bir Ali, Daerah Kerja (Daker) Madinah, Kamalul Iman Bilah menjelaskan bahwa timnya sudah melakukan  simulasi personel, yang dibagi dalam lima pos.

“Pos itu bertugas mulai dari cek list jamaah, pengawasan di kamar mandi, di pintu masuk masjid, di parkiran, hingga cek list penumpang bus. Saat akan meninggalkan Bir Ali, jamaah diminta tidak tergesa-gesa turun sebelum bus berhenti,” ujar Kamal.

Petugas akan fokus mengawasi di sekitar kamar mandi untuk memastikan tidak ada jamaah laki-laki maupun perempuan yang tersesat. “Karena di situ memang krodit, sebab tidak hanya jamaah Indonesia tapi jamaah lain juga berada di situ,” imbuhnya.

Dahulu di jaman Rasulullah SAW, lembah itu disebut Lembah Aqiq. Lokasi masjid tempat mengambil Miqat ini agak turun ke bawah, menuju lembah yang menghijau. Di belakangnya sebuah bukit berbatu cadas menjadi pemandangan lain yang juga menakjubkan mata. Bangunan Masjid Bir Ali seperti bangunan kotak, sang arsitek Abdul Wahid El Wakil terinspirasi oleh bentuk rumah masyarakat di sekitar lembah ini dalam rancangannya.

Masjid Bir Ali dikenal dengan banyak nama. Disebut Bir Ali (bir berarti kata jamak untuk sumur), karena pada jaman dahulu Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA menggali banyak sumur di tempat ini. Sekarang, bekas sumur-sumur buatan Sayyidina Ali bin Abi Thalib tidak tampak lagi.

Masjid ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Syajarah (yang berarti pohon), karena  masjid yang cantik ini dibangun di tempat di mana Nabi Muhammad SAW pernah berteduh di bawah sebuah pohon (sejenis akasia). Kemudian, beberapa orang mungkin juga menyebut masjid ini dengan sebutan Masjid Dzul Hulaifah, karena letaknya berada di Distrik Dzul Hulaifah.

Jarak dari Masjid Bir Ali ke Kota Makkah sebenarnya masih cukup jauh. Perlu waktu 4 sampai 6 jam naik bus untuk tiba di Makkah karena jaraknya masih lebih kurang 450 km.  Sebagaimana disyariatkan, ada 3 hal yang harus diamalkan saat mengambil miqat, termasuk miqat di Bir Ali ini, yaitu: (1) mandi sunnat ihram dan memakai pakaian ihram; (2) shalat sunnat ihram 2 rakaat; dan (3) berniat ihram serta bertalbiyah.

Uniknya Masjid Bir Ali
Karena banyaknya jamaah yang mandi di Bir Ali sebelum memakai pakaian ihram, maka masjid cantik ini dilengkapi dengan 512 toilet dan 566 kamar mandi. Beberapa di antaranya dikhususkan untuk peziarah yang memiliki kekurangan fisik (difable). Seluruh bagian masjid mulai dari daun pintu, karpet, hingga toilet dan kamar mandi berbau wangi. Ada banyak petugas kebersihan di sini.

Menurut sejarahnya, Masjid Bir Ali mengalami beberapa kali renovasi. Dimulai pada masa pemerintahan Gubernur Madinah Umar bin Abdul Aziz (87 – 93 Hijriyah), kemudian oleh Zaini Zainuddin Al Istidar pada tahun 861 Hijriyah (1456 Masehi), lalu pada jaman Dinasti Usmaniah dari Turki dengan dibantu seorang muslim dari India pada tahun 1090 Hijriyah (1679 Masehi), hingga terakhir oleh Raja Abdul Aziz yang memerintah Kerajaan Saudi Arabia dari tahun (1981 sampai 2005 M). Masjid yang semula kecil dan sederhana kini menjelma menjadi bangunan indah. Keseluruhan areal masjid luasnya sekitar 9.000 meter persegi yang terdiri dari 26.000 meter persegi bangunan masjid, dan 34.000 taman, lapangan parkir, dan paviliun. (wawan/mch/mkd)

Sumber : http://www.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=284869
Jabal Uhud, termasuk salah satu bukit yang sangat memiliki nilai sejarah penting dalam sejarah Islam. Di bukit ini, terjadi peperangan yang sangat memilukan dalam sejarah Islam. Pasukan kaum Muslimin yang dipimpin langsung Nabi Muhammad SAW, bertempur habis-habisan dengan kaum musyrikin Kota Makkah.

Kisah pilu ini, digambarkan oleh Rasul dengan menyebut bukit ini sebagai bukit yang nantinya akan bisa dilihat di Surga. Jadi, umat Islam yang kini akan melaksanakan ibadah haji dan menyempatkan diri untuk berziarah ke Bukit Uhud, insya Allah saat berada di Surga juga akan menyaksikan kembali bukit ini.

Kepiluan Nabi Muhammad di Bukit Uhud, tak lepas dari kisah pertempuran yang terjadi di kawasan ini. Dalam pertempuran itu, ratusan sahabat nabi gugur. Termasuk juga paman Rasul, Hamzah bin Abdul Muthalib, gugur dan dimakamkan di bukit ini.

Bahkan, Nabi Muhammad SAW mengatakan, kaum Muslimin yang gugur dan dimakamkan di Uhud tak memperoleh tempat lain kecuali ruhnya berada pada burung hijau yang melintasi sungai Surgawi. Burung-burung itu memakan makanan dari buah-buahan yang ada di taman surga, dan tak akan pernah kehabisan makanan.

Di kawasan Uhud itu, pertempuran spiritual dan politik dalam arti sebenarnya memang terjadi. Ketika itu, pasukan diberi pilihan antara kesetiaan pada agama dan kecintaan pada harta. Melihat lokasi dan kawasan perbukitan yang mengelilinginya, maka orang bisa membayangkan bagaimana sulitnya medan perang ketika itu.

Perang di kawasan Uhud, bermula dari keinginan balas dendam kaum kafir Quraisy seusai kekalahan mereka dalam Perang Badar. Mereka berencana menyerbu umat Islam yang ada di Madinah. Peristiwanya terjadi pada 15 Syawal 3 H, atau sekitar bulan Maret 625.

Menghadapi rencana penyerbuan tersebut, Rasulullah memerintahkan barisan pasukan Muslimin menyongsong kaum kafir itu di luar Kota Madinah. Strategi pun disusun. Sebanyak 50 pasukan pemanah, oleh Rasulullah yang memimpin langsung pasukannya, ditempatkan di atas Jabal Uhud. Mereka diperintahkan menunggu di bukit tersebut, untuk melakukan serangan apabila kaum Quraisy menyerbu, terutama pasukan berkudanya. Sedangkan pasukan lainnya, menunggu di celah bukit.

Maka, perang antara pasukan kaum Muslimin yang berjumlah 700 orang melawan kaum musyrikin Makkah yang berjumlah 3.000 orang, akhirnya berkobar. Dalam perang dahsyat itu pasukan Muslimin sebenarnya sudah memperoleh kemenangan yang gemilang.

Namun, kemanangan tersebut berbalik menjadi kisah pilu, karena pasukan pemanah kaum Muslimin yang tadinya ditempatkan di Bukit Uhud, tergiur barang-barang kaum musyrikin yang sebelumnya sempat melarikan diri. Melihat kaum musyrikin melarikan diri dan barang bawaannya tergeletak di lembah Uhud, pasukan pemanah meninggalkan posnya dengan menuruni bukit. Padahal, sebelumnya Nabi Muhammad SAW telah menginstruksikan agar tidak meninggalkan Bukit Uhud, walau apa pun yang terjadi.

Adanya pengosongan pos oleh pemanah tersebut digunakan oleh panglima kaum musyrikin, Khalid bin Walid (sebelum masuk Islam) untuk menggerakkan kembali tentaranya guna menyerang umat Islam. Khalid bin Walid ini, sebelumnya memang digambarkan sebagai seorang ahli strategi yang  memimpin tentara berkuda.

Akibat serangan balik tersebut, umat Islam mengalami kekalahan tidak sedikit. Sebanyak 70 orang sahabat gugur sebagai syuhada. Termasuk paman Rasulullah, Hamzah bin Abdul Muthalib. Nabi SAW sangat bersedih atas kematian pamannya tersebut.

Kematian paman nabi ini, akibat ulah Hindun binti Utbah, istri seoran kaum musyrikin, yang mengupah Wahsyi Alhabsyi, seorang budak, untuk membunuh Hamzah. Tindakan balas dendam dilakukan Hindun, karena ayahnya dibunuh oleh Hamzah dalam Perang Badar. Wahsyi dijanjikan akan mendapat kemerdekaan bila dapat membunuh Hamzah dalam peperangan ini.

Dalam pertempuran itu, Nabi Muhammad SAW juga mengalami luka-luka yang cukup parah. Bahkan, sahabat-sahabatnya yang menjadi perisai pelindung Rasulullah, gugur dengan tubuh dipenuhi anak panah.

Setelah perang usai dan kaum musyrikin mengundurkan diri kembali ke Makkah, Nabi Muhammad  SAW memerintahkan agar para sahabatnya yang gugur dimakamkan di tempat mereka roboh, sehingga ada satu liang kubur untuk memakamkan beberapa syuhada. Jenazah para syuhada Uhud ini, akhirnya dimakamkan dekat lokasi perang serta dishalatkan satu per satu sebelum dikuburkan.

Adapun Sayidina Hamzah bin Abdul Muthalib, dishalatkan sebanyak 70 kali. Beliau pun dimakamkan menjadi satu dengan Abdullah bin Jahsyi (sepupu Nabi) di lokasi terpisah dengan lokasi para syuhada yang lain.

Kini, jika kita datang ke lokasi tersebut, kompleks pemakaman itu akan terlihat sangat sederhana, hanya dikelilingi pagar setinggi 1,75 meter. Dari luar hanya ada jeruji, sehingga jamaah bisa melongok sedikit ke dalam. Bahkan, di dalam areal permakaman yang dikelilingi  pagar itu, tidak ada tanda-tanda khusus seperti batu nisan, yang menandakan ada makam di sana.

Namun demikian, ziarah ke Jabal Uhud telah menjadi menu penting bagi segenap jamaah  haji/umrah, ketika berada di Kota Suci Madinah. Dari manapun mereka berasal, mereka bisanya akan berusaha berziarah ke kompleks makam tersebut.

Seperti yang dikisahkan, lantaran kecintaan Rasulullah kepada para syuhada Uhud, beliau senantiasa berziarah ke Jabal Uhud hampir setiap tahun. Langkah beliau kemudian juga diikuti oleh beberapa sahabat sesudah Rasul wafat. Bahkan, dikisahkan bahwa Umar dan Abubakar,  juga selalu mengingatkan Rasul jika perjalanannya telah mendekati Uhud.

Bukit Uhud tersebut, bila dilihat dari kejauhan berwarna agak kemerahan dan terpisah dari bukit-bukit lainnya. Jabal ini merupakan bukit terbesar di Madinah yang terletak sekitar lima kilometer dari pusat Kota Madinah.  Ketinggian buktik, sekitar 1.050 meter.

Bentuk Jabal Uhud, seperti sekelompok gunung yang tidak bersambungan dengan gunung-gunung yang lain. Sementara umumnya bukit di Madinah, berbentuk sambung menyambung. Karena itulah, penduduk Madinah menyebutnya Jabal Uhud yang artinya 'bukit menyendiri'.

Sebelum dibangun jalan baru yang menghubungkan Kota Makkah dan Madinah oleh  pemerintah Kerajaan Saudi, Jabal Uhud selalu dilewati oleh jamaah yang hendak menuju Madinah maupun yang menuju Makkah. Letaknya memang di pinggir jalan raya menuju kedua kota itu.

Namun, sejak tahun 1984, perjalanan jamaah haji dari Makkah ke Madinah atau dari  Madinah ke Jeddah, tidak lagi melalui jalan lama tersebut. Melainkan melalui jalan baru yang tidak melewati pinggir jabal.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/islam-digest/10/10/22/141643-kulihat-jabal-uhud-di-surga

Bulan ramadhan menjadi magnet umat islam untuk datang berziarah maupun ibadah ke kota suci Madinah, banyak orang mengunjungi situs bersejarah di kota itu, termasuk situs tempat  kala terjadi perang Uhud pada masa Nabi Muhammad (saw) 625 (3 H). 

Ribuan orang mengunjungi bukit Uhud, banyak penduduk lokal mengambil kesempatan untuk mendirikan kios-kios untuk menjual cinderamata, parfum, manik-manik, herbal, buku, Alquran, kalender, minuman ringan dan es krim. 
Nurul Haq Siraj, seorang jamaah Umrah asal Pakistan, mengatakan ia membeli beberapa rempah-rempah dan rosario. “Sungguh menakjubkan cara mereka mengemas barang di sini, belum lagi keragaman barang yang dijual,” katanya. 

Khaled Ibrahim, seorang peziarah Umrah dari Mesir, bergegas  mengunjungi kios-kios usai berziarah ke makam para sahabat Nabi yang menjadi shuhada dalam perang Uhud. “Saya membeli beberapa pernik bebatuan. Saya juga berfoto di tempat itu. Foto ini akan mengingatkan saya bahwa saya pernah berkunjung ke tempat ini dan diharapkan akan mengingatkan saya tentang ziarah saya ketika saya kembali di masa mendatang, “katanya. 

Di satu sisi berdiri tegak gunung Uhud yang dahulu menjadi medan perang, sementara di sisi lain berdiri sebuah bukit yang berbatu-batu, disitulah sekelompok fotografer mengambil gambar para peziarah. 

“Banyak peziarah yang ingin memiliki foto mereka diambil di sini untuk mengingatkan mereka dari tempat ini. bukit ini terkenal dan memiliki banyak makna sejarah, “kata Khaled Al-Matarfi. 

“Kami memasang tarif untuk satu foto SR 10  dan SR 15 untuk dua foto. Meskipun kamera ponsel telah mengakibatkan penurunan bisnis kami, namun kami masih bisa mendapatkan antara SR 300 sampai SR 200 sehari, “katanya. 

Perang Uhud adalah pertempuran kedua antara orang-orang kafir dari Makkah dan Muslim dari Madinah, dimana sebelumnya telah didahului  Perang Badar (624 M / 2 H) di mana pasukan Muslim yang jumlahnya jauh lebih kecil dapat mengalahkan pasukan Mekah yang jauh lebih besar. 

Selama Pertempuran Uhud, Nabi Muhammad (SAW) bersama 50 pemanah dan Abdullah bin Jubair berada di bukit Gunung Uhud untuk memastikan musuh tidak menyerang kaum Muslim dari belakang. Nabi memerintahkan agar 50 orang ini menjaga kaum muslim dan mencegah musuh melewati celah gunung, dan tidak meninggalkan tempat ini dalam situasi kalah atau menang. 

Selama pertempuran, setiap kali musuh mencoba menyerang dari belakang, para pemanah dapat memukul mundur. Musuh membuat strategi baru dengan membuang senjata mereka di satu tempat dan mereka mundur dari pertempuran. Saat itulah para pasukan elite terpancing dan turun untuk mengumpulkan barang rampasan perang. 

Namun, pada saat yang sama kavaleri musuh yang dipimpin oleh Khaled bin Walid, yang pada waktu itu belum bisa menerima Islam, menyerang kaum Muslim dari belakang datang dari balik bukit itu. Kala itu merupakan kemunduran besar bagi umat Islam Madinah, perang yang mengakibatkan banyak pengorbanan sahabat terkemuka Nabi, termasuk paman Nabi yaitu Hamzah dan Abdullah bin Jubair. Arabnews/Slamet Riyanto - See more at: 

Sumber : http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-bersejarah/uhud-magnet-bagi-jamaah-umrah-saat-ramadhan/#sthash.DeX1heqS.dpuf
Jemaah calon haji Indonesia tiba di Kota Mekah. Foto: MCH.

Sebanyak 2.465 jamaah calon haji asal Indonesia tiba di Kota Mekkah, Arab Saudi, Minggu (30/8/2015) pukul 22.00 waktu Arab Saudi. Indonesia memberangkatkan 155.200 jamaah haji reguler ke Arab Saudi. Mereka dibagi dalam 375 kloter yang diberangkatkan dari tigabelas embarkasi. 
 
Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) di Daerah Kerja Mekkah, jamaah yang tiba di Mekkah adalah 435 orang dari kelompok terbang (kloter) JKG 01 Embarkasi Jakarta-Pondokgede‎, 357 orang dari kloter BPN 01 Embarkasi Balikpapan, 437 orang dari kloter UPG 01 Embarkasi Makkassar. Sebanyak 442 orang yang tergabung dalam Kloter ‎JKS 01 Embarkasi Jakarta-Bekasi, 378 orang dari kloter MES 01 Embarkasi Medan, dan 417 orang dari kloter SUB 01 Embarkasi Surabaya. 

Sampai saat ini ada 369 kloter yang belum tiba di Mekkah. Sebagian jemaah masih berada di Madinah untuk melakukan ibadah arbain, yaitu salat wajib 40 waktu berturut-turut. Sebagian lainnya masih berada di Tanah Air. 

Pemberangkatan gelombang pertama dengan tujuan Madinah akan berlangsung hingga 2 September 2015. Pemberangkatan gelombang kedua dengan tujuan Jeddah akan dilakukan ‎mulai 4 September hingga 17 September 2015. (mch)
Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/2015/08/31/426256/sebanyak-2-465-jemaah-calon-haji-tiba-di-mekkah
Calon haji. (Foto: Antara)
Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kota Ambon, Provinsi Maluku, yang akan berangkat pada 2015 mencapai 235 orang. Mayoritas calon haji itu merupakan lulusan SD.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon Hanafi Kasim mengatakan, mereka yang berangkat terdiri dari 101 lulusan SD, 30 lulusan setingkat SMP, 77 lulusan setingkat SMA, dan 27 lulusan perguruan tinggi.
Lebih rinci, mereka yang akan berangkat yakni, 101 orang laki-laki dan 134 orang perempuan. Calon haji tertua di sana adalah Muhammad Kasim Laitupa dengan usia 89 tahun empat bulan.
"Sedangkan usia termuda, yakni 23 tahun dua bulan atas nama Cahirul Anwar Payapo Bin Muhammad Ambin Payapo," ujar Hanafi, Senin (31/8/2015).
Untuk teknis keberangkatan, mereka dibagi dalam lima rombongan. "Mereka ini terbagi atas lima rombongan dan 20 regu. Semuanya tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 12 yang akan berangkat pada 4 September 2015 menuju embarkasi Makasar," tuturnya.
JCH asal Kota Ambon ini akan menggunakan pesawaat Lion Air dalam dua kali penerbangan menuju embarkasi Makasar. Penerbangan tahap pertama pada pukul 7.45 WIT dan pukul 11.20 WIT. Kemudian mereka akan bertolak ke Arab Saudi pada tanggal 6 September 2015 dengan jasa penerbangan Garuda.
"Seluruh JCH sudah memiliki paspor dan telah disampaikan ke Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku. Begitu juga dengan pemeriksaan kesehatan, telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Ambon," ucap Hanafi.
Sumber : http://news.okezone.com/read/2015/08/31/340/1205307/mayoritas-calon-haji-lulusan-sd

Berkat keuletannya, penarik geteng yang melayani penyeberangan di Brebes, Jawa Tengah, Sudirman, 55, terdaftar sebagai calon jemaah haji dari Brebes tahun ini. Ia akan berangkat bersama istrinya, Roisah, 53, ke tanah suci pada 7 September.

Sudirman, warga desa Glonggong, Kecamatan Wanasari, Brebes ini berhasil menyisihkan separuh uang pendapatannya selama 31 tahun dari jasa penyeberangan warga dengan menggunakan perahu miliknya di sungai Pemali, Brebes.


(Sudirman siap berangkat ke Mekah)

Alhamdullilah saya bisa berangkat haji tahun ini, keinginan saya pergi haji bersama istri sudah sejak lama," ujarnya ditemui di tempatnya bekerja, Sabtu (29/8/2015).

Sudirman sudah menjadi penarik getek sejak 1984 silam. Dan sejak saat itu dia kerap menabung separuh penghasilannya dalam sebuah kaleng, untuk naik haji. Sudirman bersama istrinya mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji pada 2010.

Saat ini ia bersama istrinya yang tergabung dalam kloter 47 embarkasi Donuhudan, Solo, akan berangkat bersama 989 calon jamaah haji lainnya dari Brebes pada 7 September. 
UWA

Sumber : http://jateng.metrotvnews.com/read/2015/08/29/425911/menabung-31-tahun-penarik-getek-ini-naik-haji-bersama-istri
Direncanakan akan ada 4.636 orang calon haji Indonesia diberangkatkan dari Madinah menuju Mekah, Minggu (30/8/2015).
Keberangkatan akan dilakukan secara bergelombang dari mulai subuh hingga sore hari setelah ashar.
Kepala Daerah Kerja Madinah Nasrullah Jasam mengungkapkan bahwa akan ada 12 kloter yang diberangkatkan dari Madinah ke Mekah dengan menggunakan 107 bus.
“Jadi peraturan di Kementerian Haji Madinah ini untuk per jamnya hanya dibatasi untuk 3.000 jemaah. Dan 3.000 jamaah itu bukan dari Indonesia saja, tapi dari seluruh dunia,” ungkap Nasrullah di Kantor Misi Haji Indonesia di Madinah, Sabtu (29/8/2015).
Diharapkan jemaah asal Indonesia bisa berangkat ke Mekah pagi hari agar selama di perjalanan tidak terlalu panas. Untuk itu, pihak Daker Madinah harus bergerak cepat menginput data jemaah supaya bisa mendapatkan jatah keberangkatan yang banyak di pagi hari “Jadi kita berebut dengan jemaah lain,” ucapnya.
Diungkapkannya kebanyakan, jemaah asal Indonesia akan berangkat setelah salat subuh. Rombongan pertama akan diberangkatkan sebanyak 2.465 calon haji, kemudian gelombang kedua akan berangkat 1.062 calon haji. Kemudian setelah zuhur akan ada 755 jemaah yang akan berangkat ke Meekah, lalu setelah ashar ada 354 jemaah yang akan berangkat menuju Mekah dalam rangka menjalankan ibadah umrah dan haji.
“Untuk besok itu sebagian besar berangkat pagi dari mulai pukul 07.00 Waktu Arab Saudi sampai pukul 11.00 men jelang siang, kemudian sisanya ada sekitar 3 atau 4 kloter dari ba’da dzuhur sampai pukul 17.00,” ucapnya.
Sabtu, 29 Agustus 2015 22:27 WIB Kisah Tukang Sayur Satu Kaki yang Berkempatan Naik Haji Tahun Ini Surya Munaji (64), tukang sayur penyandang disabilitas yang harus kehilangan kakinya, bersiap untuk melaksanakan ibadah haji, Sabtu (29/8/2015).
Walaupun memiliki keterbatasan fisik, tak menghalangi Munaji (64) untuk tetap melaksanakan ibadah haji. Pria asal Kebonsari, Sidoarjo ini harus kehilangan satu kakinya karena kecelakaan yang menimpanya Tahun 1985 silam.
Kepada Surya, Anggota Jemaah Kloter 17 yang berangkat bersama istrinya, Asning Ama (53) ini menceritakan pengalamannya hingga bisa pergi haji sebelum menuju Madinah, pukul 19.30 WIB, Sabtu (29/8/2015).
Tukang Sayur di Pasar Keputran yang setiap hari bolak-balik Surabaya-Blitar-Jember-Lumajang untuk mengambil sayuran segar ini, tak ingin menyerah dengan keadaan.
“Namanya musibah, waktu itu saya kecelakaan bersama teman saya, teman saya meninggal dilokasi,” terangnya ketika berada di Gedung Bir-Ali, Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) sebelum berangkat ke Juanda, Sabtu (29/8/2015).
Munaji setiap hari ditemani rekannya untuk mengambil sayur-sayuran segar di Blitar. “Keadaan begini ya tidak bisa nyetir. Istri saya yang menunggu di pasar, saya yang riwa-riwi,” tambahnya.
Semangatnya menjadi pedagang sayur tidak hanya semata-mata mencari materi tetapi juga ridho Allah, sehingga dirinya juga mendirikan TPQ (Taman Pendidikan Alquran) Ad-Dahra, sejak 5 tahun lalu di Sidoarjo dan mewakafkan Musala Bumi Allah dari hasil usaha sayur mayur.
Setiap hari, dari hasil jualan sayur bisa meraup untung sekitar Rp 500.000. “Bisa juga di bawah Rp 100.000. Yang penting laris jualannya. Setiap hari saya menjual kurang lebih 1 ton 7 kwintal sayur," katanya.
“Setelah mengalami kecelakaan, kaki saya diamputasi, saya mulai sedikit-sedikit menabung tapi kalau mendaftar hajinya sejak 6 tahun lalu," ungkapnya.
Untuk menghadapi cuaca yang cukup ekstrim di Arab Saudi, Munaji mengaku tidak ada persiapan apa-apa. “Saya serahkan sama Allah. Ya mudah-mudahan tetap sehat sampai sana dan pulangnya nanti,” harap dia.
Ia berpesan untuk orang yang keadaannya seperti dia, agar tidak berputus asa. “Sudahlah, ini juga nikmat yang diberikan sama Allah,” tandas Bapak yang memiliki dua anak itu. (*)

Jamaah haji sholat Jumat di Padang Arafah - Khalil Hamra/AP Photo

Jamaah calon haji (Calhaj) setelah musim haji tahun ini, musti menahan nafas panjang. Sebab, daftar tunggu haji untuk Provinsi Jawa Tengah mencapai 19 tahun. ''Jadi, waktunya cukup panjang,'' kata Kepala Bagian Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Jateng Badrus Salam, Sabtu (29/8).

Tingginya daftar tunggu haji ini, menurut Badrus, disinyalir lantaran adanya layanan Talangan Haji dari perbankan. Kalau daftar sekarang, lanjut dia, berarti baru bisa berangkat tahun 2034 mendatang. Menurut dia, tingginya daftar tunggu haji ini disebabkan lantaran kuota haji dikurangi. Berkurangnya jatah kuota ini, karena adanya pembangunan di Masjidil Haram. Namun, jika pembangunan Masjidil Haram sudah selesai, maka pemerintah Indonesia akan minta kuota ditambah supaya mengurangi masa tunggu.

Pembangunan Masjidil Haram diperkirakan selesai tahun 2016. Setelah itu, maka minta penambahan kuota supaya bisa mengurangi masa tunggu. Mudah-mudahan pembangunan Masjidil Haram segara selesai. Sehingga masa tungggu haji mendatang semakin pendek. Pemerintah, melalui Kementerian Agama (Kemenag) selalu mengimbau kepada umat Islam, teruma yang sudah menunaikan ibadah haji. Mereka dihimbau, agar yang sudah pergi haji untuk tidak berhaji lagi. Ini supaya memberi kesempatan bagi umat Islam yang belum ibadah ke Tanah Suci.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/15/08/30/ntv29k368-daftar-tunggu-haji-jateng-hingga-2034
Jamaah Haji Sahara Kafila
Sebanyak 4.636 calon haji Indonesia akan memasuki Kota Mekah, Arab Saudi dari Madinah secara bertahap mulai Minggu 30 Agustus 2015, sekitar pukul 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 18.00 WIB.
Data yang diterima tim Media Center Haji di Mekah, Arab Saudi, menyebutkan pada hari Minggu sekitar 12 kloter dari Madinah akan datang secara bertahap mulai pukul 14.00 WAS.
Gelombang pertama akan berangkat dari Madinah pada pukul 07.00 WAS sebanyak 7 kloter yang terdiri dari 2.465 orang. Kemudian gelombang kedua sebanyak 3 kloter yang terdiri dari 1.062 orang berangkat dari Madinah pada pukul 11.00 WAS.
Gelombang ketiga berangkat dari Madinah sebanyak 2 kloter dengan jumlah jemaah sebesar 755 orang yang berangkat setelah zuhur.
Gelombang keempat berangkat dari Madinah setelah ashar sebanyak 1 kloter dengan jumlah jemaah 354 orang.
Untuk itu, petugas di Daerah Kerja (Daker) Mekah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1436H/2015M melakukan persiapan terakhir terutama untuk kesiapan pemondokan.
"Bagian perumahaan harus mengecek kunci-kunci, memastikan fasilitas lift, AC, dan pendukung lainnya seperti mesin cuci dan dispensi ada dan berfungsi baik," ujar Kepala Daker Mekah Arsyad Hidayat ketika melakukan pemantauan di penginapan 704, Sabtu 29 Agustus 2015.
Penginapan 704 adalah Hotel Grand Al Tasyeer yang akan menjadi penginapan jemaah dari Jawa Barat dengan embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 1).
"Mereka diperkirakan tiba besok, pukul 14.00 WAS," kata Kepala Sektor 7 Misbahuddin. (Ant/Ado/Vra)
Di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi yang sangat panas dengan suhu udara mencapai angka di atas 40 derajat Celcius, jamaah haji Indonesia harus pintar-pintar menjaga kondisi tubuh tetap sehat sehingga bisa menjalankan puncak proses haji yaitu wukuf di Arafah.

Apalagi, menurut Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) 1436H/2015M, Mawardi Edy, ketika ditemui di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), sekitar 40-60 persen merupakan jamaah dengan kategori berisiko tinggi.
Tidak hanya berusia 60 tahun ke atas, sebagian besar jamaah juga memiliki riwayat penyakit sebelum datang ke tanah suci.

Dia membagi kiat dan  bersama tim kesehatan berupaya mengedukasi jamaah agar  agar jamaah tetap fit selama waspada dengan cuaca ekstrim di Arab Saudi.

"Pertama, jangan memaksakan diri. Kendalikan aktivitas, jangan sampai kelebihan aktivitas," ujar dokter yang sehari-hari bertugas di Pusat Kesehatan Haji di Jakarta.

Biasanya jamaah haji yang datang, terlalu bersemangat untuk ibadah. Melakukan berbagai kegiatan yang disunnahkan, seperti shalat arbain, tadarusan dan itikaf di masjid Nabawi maupun Al-Haram, sehingga lupa menjaga kesehatan mereka.
Padahal, yang terpenting adalah menjaga kondisi agar tetap fit sampai puncak haji di Arafah.

"Ibarat mobil yang memiliki kecepatan maksimal 120 km/jam, namun dipacu 140 km/jam, ya jebol juga," ujar Edy yang sudah bertugas selama tiga kali sebagai tenaga kesehatan haji di Arab Saudi.

Dikatakan, rata-rata denyut nadi maksimal seseorang 200 per menit dikurangi usia masing-masing. Namun, denyut nadi maksimal tersebut hanya bisa dicapai biasanya oleh orang yang terlatih kebugarannya seperti atlet dan tentara.

Karena itu, jamaah dianjurkan melakukan olahraga secara rutin sebelum berhaji agar daya tahannya terhadap kelelahan meningkat.

"Kedua, banyak minum air zam-zam dan makan kurma, seperti yang disunnahkan Nabi Muhammad SAW," kata Edy.  
Air Minum

Air minum biasa maupun air zam-zam memiliki khasiat untuk menekan dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh.
Dehidrasi, kata dia, bisa menjadi pintu masuk berbagai penyakit. Edy mengimbau agar jamaah meminum air paling sedikit dua liter per hari atau bahkan lebih di tengah suhu yang sangat panas di Makkah maupun Madinah.

"Tanda-tanda orang terkena dehidrasi antara lain disorientasi dan susah fokus, dan dalam tingkat tertentu akan tampak seperti orang kena gangguan jiwa" ujarnya.
Karena itulah, diperkirakan akibat dehidrasi, banyak jamaah tersesat dan nyasar ketika pulang ibadah.

Hal ketiga yang harus diperhatikan jamaah agar tetap sehat selama di Tanah Suci adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PBHS).
"Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sesering mungkin," ujar Edy.

Apalagi bahaya sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) CoV dan Ebola juga mengintai jamaah. PHBS bisa menekan kemungkinan ancaman kedua penyakit tersebut. 
Sumber : http://lifestyle.bisnis.com/read/20150825/106/465357/begini-cara-agar-jamaah-haji-tetap-fit-di-tanah-suci

Belajar dari calon jamaah haji nenek Ito Masitoh, Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) asrama haji Jawa Barat, merubah waktu pembagian pasport kepada calon jamaah yakni saat boarding pass menuju bandara.

Nenek Ito calon jamaah haji kloter pertama asal Kab. Tasikmalaya embarkasi Jakarta - Bekasi, tertunda keberangkatannya karena kehilangan pasport saat boarding pass.

PPIH asrama haji Jawa Barat, tidak ingin kejadian tersebut terulang lagi.Waktu pembagian pasport pun, akhirnya dirubah untuk meminimalisir kejadian serupa.

Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Jawa Barat Ajam Mustajam mengatakan ke depan pembagian pasport akan dilakukan empat jam sebelum menuju ke bandara.

"Kalau sebelumnya saat tiba di asrama, calon jamaah menerima pasport  berbarengan dengan living cost dan cek kesehatan, selanjutnya untuk pembagian pasport akan dibagikan empat jam sebelum mereka meninggalkan asrama," kata Ajam kepada Dakta di asrama haji Jawa Barat, Minggu (23/8).

Ajam menjelaskan pihaknya akan merubah waktu pembagian sesuai SOP. Terpenting pelayanan kepada calon jamaah tidak terganggu.

Sebelumnya, menanggapi kejadian yang dialami nenek Ito, Kakanwil Kemenag Jabar A. Buchori mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa nenek Ito.

Menurut Buchori, pihaknya akan segera mengurus pasport nenek Ito yang hilang itu. "Masalahnya besokkan sudah libur. Tadi kita koordinasi dengan imigrasi di asrama, kemungkinan Senin (24/8) besok (hari ini) pasport baru selesai," jelas Buchori.***

Sumber : http://www.dakta.com/news/2438/belajar-dari-nenek-ito-masitoh-ppih-rubah-waktu-pembangian-paspor
Jemaah haji Indonesia harus mengeluarkan uang rata-rata sebesar US$ 2.717 untuk bisa menunaikan haji di tanah suci pada tahun 1436 H/2015 M. Jika dirupiahkan dengan 'kurs bersahabat' di angka Rp 12.000 saja, maka biaya perjalanan haji tahun ini berkisar Rp 32.604.000.

Jumlah yang tidak sedikit, apalagi jika memakai kurs aktual Rp 13.800-an per US$ 1. Lalu bagaimana fasilitas yang disiapkan di tanah suci? Jenis hotel yang ada di Makkah misalnya?

Bergerak dari kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah di daerah Syisya, tim Media Center Haji (MCH) memulai 'sidak' pemondokan dengan acak. Dengan mobil van putih, tim MCH lalu memutuskan berhenti di Tharawat Al Shesha Hotel.

Terletak di wilayah Syisya, hotel tersebut berjarak kurang lebih 2 km dari Masjidil Haram. Di depan hotel, dekat pintu masuk, tertulis 'Akomodasi Jemaah Haji Indonesia 405' yang arti dari angka 4 itu yakni hotel berada di sektor 4 daerah kerja Makkah.

Tharawat Al Shesha Hotel terletak di pinggir jalan raya utama. Kondisi bangunan dari luar terlihat kokoh dan terawat dengan pesona dinding kaca yang memantulkan warna biru.

Waktu kurang dari 2-3 jam sebelum azan Zuhur berkumandang. Dari luar hotel tidak terlihat dengan jelas kegiatan persiapan petugas panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) dalam menyambut jemaah haji yang akan mulai masuk ke Makkah tanggal 30 Agustus 2015 mendatang.

Masuk ke dalam hotel baru terlihat petugas PPIH yang sibuk mengorganisasi persiapan hotel. Mulai dari persiapan kantor pelayanan jemaah sampai dengan sarana dan prasarana kamar untuk jemaah.

"Kami ini baru mendarat tadi pagi dari Jakarta. Baru dua jam sekarang sudah harus langsung siap-siap," tutur Wakil Kepala Sektor 4 Shafwan Ali, Sabtu (22/8/2015).

Sebagai tempat penginapan jemaah haji, hotel ini ternyata juga digunakan sebagai tempat kantor sektor 4 pula. Jadi nanti di hotel itu juga akan terdapat balai kesehatan yang melayani kebutuhan jemaah.

Kembali ke kondisi hotel, puluhan sofa warna biru sudah disiapkan di lobi hotel. Begitu juga tempat untuk menerima kedatangan 5.399 jemaah yang akan menginap di hotel ini.

Foto: Gagah Wijoseno/detikcom


Jemaah yang akan naik turun bangunan 21 lantai ini disediakan 12 lift yang berjejer rapi. Ada pula 2 lift barang untuk mengangkut keperluan logistik pelayanan jemaah. Semuanya akan difungsikan saat jemaah sudah mulai berdatangan.

"Satu kamar 3 orang. Ada juga satu kamar 7 orang," tutur Shafwan memberi penjelasan.

Penelusuran Tim MCH ada juga kamar yang berdaya tampung 5-6 orang. Terlihat dari kertas informasi yang dipasang di pintu masuk kamar dan jumlah springbed-nya. Kondisi terlihat tampak nyaman dengan lantai karpet serta pendingin ruangan yang sejuk dengan pengaturan digital.

Di setiap kamar disediakan lemari dan kulkas yang bisa digunakan jemaah. Kondisi toilet di tiap-tiap kamar juga sangat layak, lengkap dengan wastafel, kloset duduk, dan shower untuk mandi.

Foto: Gagah Wijoseno/detikcom


Sedikit catatan, kamar yang terdiri dari 6 springbead terasa cukup sempit. Jarak antar springbed tidak selebar kamar-kamar dengan daya tampung 3 orang. Hal ini bisa menyulitkan jemaah yang meletakkan barang-barang pribadinya di sisi springbed.

Masih terlihat bagian bagian hotel yang perlu diperbaiki. Misalnya ada di salah satu kamar yang pintu kaca showernya belum terpasang dan ada juga langit-langit plafon kamar yang bolong, belum terpasang triplek.

Pihak sektor 4 juga harus benar-benar memastikan semua lift berfungsi untuk melayani jemaah menunaikan ibadahnya. Shafwan berjanji hotel yang tahun lalu memberikan servis makan dan minum gratis ini bisa berfungsi dengan baik bahkan sebelum jemaah tiba.

"H-4 sudah ready. Insya Allah," tutur Shafwan.
(gah/dhn)

Sumber : http://news.detik.com/berita/2998596/begini-kondisi-pemondokan-di-makkah-yang-bersiap-tampung-ribuan-jemaah-haji
Ini Tanda-Tanda Haji Mabrur

Ini Tanda-Tanda Haji Mabrur

Jamaah Haji Indonesia Tahun ini sekitar 168.800 jamaah dari Indonesia akan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, namun tidak semua bisa...
Read More
Petani Ini Menabung di Bambu demi Naik Haji

Petani Ini Menabung di Bambu demi Naik Haji

Seorang petani di Desa Kabawokole, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), naik haji setelah menabung di bamb...
Read More
Nabung 33 Tahun, Petani Ini Naik Haji

Nabung 33 Tahun, Petani Ini Naik Haji

Setelah menanti 33 tahun, seorang petani di Desa Kabawokole, Paraswajo, Buton, La Ode Wero, dapat menunaikan ibadah haji bersama istr...
Read More
59.094 Jemaah Calon Haji Sudah Mendarat di Madinah

59.094 Jemaah Calon Haji Sudah Mendarat di Madinah

Jemaah calon haji asal Indonesia keluar bus untuk melaksanakan miqot di Masjid Bir Ali.   Tribunnews.com/Adi Suhendiq Terhitung dari...
Read More
Sejarah Masjid Jin

Sejarah Masjid Jin

Masjid Jin adalah sebuah masjid yang terletak di Kampung Ma’la, tidak jauh dari pekuburan Kota Makkah. Penamaan masjid tersebut deng...
Read More
Masjid Cantik Bir Ali, Tempat Miqot Jamaah Haji

Masjid Cantik Bir Ali, Tempat Miqot Jamaah Haji

Di perbatasan Tanah Haram, tepatnya 11 kilometer dari Masjid Nabawi, Madinah, ada tempat cantik bernama Masjid Bir Ali. Di sinilah Miq...
Read More
Kulihat Jabal Uhud di Surga

Kulihat Jabal Uhud di Surga

Jabal Uhud, termasuk salah satu bukit yang sangat memiliki nilai sejarah penting dalam sejarah Islam. Di bukit ini, terjadi peperangan ...
Read More
Uhud: Magnet Bagi Jamaah Umrah Saat Ramadhan

Uhud: Magnet Bagi Jamaah Umrah Saat Ramadhan

Bulan ramadhan menjadi magnet umat islam untuk datang berziarah maupun ibadah ke kota suci Madinah, banyak orang mengunjungi situs berse...
Read More
Sebanyak 2.465 Jemaah Calon Haji Tiba di Mekkah

Sebanyak 2.465 Jemaah Calon Haji Tiba di Mekkah

Jemaah calon haji Indonesia tiba di Kota Mekah. Foto: MCH. Sebanyak 2.465 jamaah calon haji asal Indonesia tiba di Kota Mekkah, Arab...
Read More
Mayoritas Calon Haji Lulusan SD

Mayoritas Calon Haji Lulusan SD

Calon haji. (Foto: Antara) Jamaah  Calon Haji  (JCH) asal Kota Ambon, Provinsi Maluku, yang akan berangkat pada 2015 mencapai 235 oran...
Read More
Menabung 31 Tahun, Penarik Getek Ini Naik Haji Bersama Istri

Menabung 31 Tahun, Penarik Getek Ini Naik Haji Bersama Istri

Berkat keuletannya, penarik geteng yang melayani penyeberangan di Brebes, Jawa Tengah, Sudirman, 55, terdaftar sebagai calon jemaah ...
Read More
Besok, 4.636 Calon Haji Indonesia Diberangkatkan dari Madinah ke Mekah

Besok, 4.636 Calon Haji Indonesia Diberangkatkan dari Madinah ke Mekah

Direncanakan akan ada 4.636 orang calon haji Indonesia diberangkatkan dari Madinah menuju Mekah, Minggu (30/8/2015). Keberangkatan a...
Read More
Kisah Tukang Sayur Satu Kaki yang Berkesempatan Naik Haji Tahun Ini

Kisah Tukang Sayur Satu Kaki yang Berkesempatan Naik Haji Tahun Ini

Sabtu, 29 Agustus 2015 22:27 WIB Kisah Tukang Sayur Satu Kaki yang Berkempatan Naik Haji Tahun Ini Surya Munaji (64), tukang sayur penyan...
Read More
Daftar Tunggu Haji Jateng Hingga 2034

Daftar Tunggu Haji Jateng Hingga 2034

Jamaah haji sholat Jumat di Padang Arafah -  Khalil Hamra/AP Photo Jamaah calon haji (Calhaj) setelah musim haji tahun ini, musti m...
Read More
Jemaah Haji Indonesia Mulai Masuki Kota Mekah Hari Ini

Jemaah Haji Indonesia Mulai Masuki Kota Mekah Hari Ini

Jamaah Haji Sahara Kafila Sebanyak 4.636 calon haji Indonesia akan memasuki Kota Mekah, Arab Saudi dari Madinah secara bertahap mulai ...
Read More
Begini Cara Agar Jamaah Haji Tetap Fit Di Tanah Suci

Begini Cara Agar Jamaah Haji Tetap Fit Di Tanah Suci

Di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi yang sangat panas dengan suhu udara mencapai angka di atas 40 derajat Celcius, jamaah haji Indonesi...
Read More
Belajar Dari Nenek Ito Masitoh, PPIH Rubah Waktu Pembangian Paspor

Belajar Dari Nenek Ito Masitoh, PPIH Rubah Waktu Pembangian Paspor

Belajar dari calon jamaah haji nenek Ito Masitoh, Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) asrama haji Jawa Barat, merubah waktu pembagian...
Read More
Begini Kondisi Pemondokan di Makkah yang Bersiap Tampung Ribuan Jemaah Haji

Begini Kondisi Pemondokan di Makkah yang Bersiap Tampung Ribuan Jemaah Haji

Jemaah haji Indonesia harus mengeluarkan uang rata-rata sebesar US$ 2.717 untuk bisa menunaikan haji di tanah suci pada tahun 1436 H/20...
Read More