health

vehicles

business

Login Email Sahara Kafila
Google Account
Username:
Password:

September 2014





Foto : Afdal Zikri Mawardi




Foto : Afdal Zikri Mawardi





Foto : Afdal Zikri Mawardi





Foto : Afdal Zikri Mawardi
Manjidil Haram Padat Ribuan umat muslim memenuhi Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (19/10). Umat muslim dari penjuru dunia tiba di Mekkah untuk menunggu puncak Haji 1432 H. (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/Koz/mes)
Pemerintah Arab Saudi menetapkan bahwa 1 Zulhijah jatuh pada 25 September sehingga puncak haji atau wukuf (9 Zulhijah) yang dikenal dengan puncak haji terjadi pada hari Jumat, 3 Oktober 2014.

"Baru saja kami dapat informasi dari Kepala Pusat Observatorium King Abdul Aziz tentang penetapan 1 Zulhijah, bahwa hasil pengamatan tim di Arab Saudi ada beberapa tempat melihat hilal," kata Kasubdit Pembinaan Syariat dan Hisab Rukyah Kemenag RI, Ahmad Izzuddin, dalam konferensi pers di Kantor Misi Haji Indonesia Daker Madinah, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa Arab Saudi menetapkan bahwa 25 September hari Kamis sudah masuk 1 Zulhijah. Sehingga konsekuensinya 9 Zulhijah jatuh di Hari Jumat.

Ada pendapat ketika wukuf jatuh di hari Jumat maka akan terjadi haji akbar. Pada saat ini masyarakat Arab Saudi banyak melaksanakan ibadah haji ini. "Ini menjadi tradisi haji Akbar. Haji akbar terakhir pada tahun 2006," katanya.

Sementara Pemerintah Indonesia menetapkan Idul Adha (10 Zulhijah) pada 5 Oktober 2014 seusai sidang itsbat penetapan awal Zulhijah 1435 H yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Jakarta, Rabu malam.

Sementara itu Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam Muhamadiyah telah menetapkan Idul Adha 10 Dzulhijah 1435 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 4 Oktober 2014. Penentuan itu berdasarkan perhitungan hisab atau dikenal dengan "hisab hakiki" yang dilakukan Majelis Tarji Muhammadiyah. (*)
Editor: B Kunto Wibisono
Sumber : Antara News


Manjidil Haram Padat Ribuan umat muslim memenuhi Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (19/10). Umat muslim dari penjuru dunia tiba di Mekkah untuk menunggu puncak Haji 1432 H. (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/Koz/mes)
Pemerintah Arab Saudi menetapkan bahwa 1 Zulhijah jatuh pada 25 September sehingga puncak haji atau wukuf (9 Zulhijah) yang dikenal dengan puncak haji terjadi pada hari Jumat, 3 Oktober 2014.

"Baru saja kami dapat informasi dari Kepala Pusat Observatorium King Abdul Aziz tentang penetapan 1 Zulhijah, bahwa hasil pengamatan tim di Arab Saudi ada beberapa tempat melihat hilal," kata Kasubdit Pembinaan Syariat dan Hisab Rukyah Kemenag RI, Ahmad Izzuddin, dalam konferensi pers di Kantor Misi Haji Indonesia Daker Madinah, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa Arab Saudi menetapkan bahwa 25 September hari Kamis sudah masuk 1 Zulhijah. Sehingga konsekuensinya 9 Zulhijah jatuh di Hari Jumat.

Ada pendapat ketika wukuf jatuh di hari Jumat maka akan terjadi haji akbar. Pada saat ini masyarakat Arab Saudi banyak melaksanakan ibadah haji ini. "Ini menjadi tradisi haji Akbar. Haji akbar terakhir pada tahun 2006," katanya.

Sementara Pemerintah Indonesia menetapkan Idul Adha (10 Zulhijah) pada 5 Oktober 2014 seusai sidang itsbat penetapan awal Zulhijah 1435 H yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Jakarta, Rabu malam.

Sementara itu Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam Muhamadiyah telah menetapkan Idul Adha 10 Dzulhijah 1435 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 4 Oktober 2014. Penentuan itu berdasarkan perhitungan hisab atau dikenal dengan "hisab hakiki" yang dilakukan Majelis Tarji Muhammadiyah. (*)
Editor: B Kunto Wibisono
Sumber : Antara News


Masjidil Haram Masjidil Haram, Makkah, mulai dipadati oleh jamaah dari berbagai dunia pada Kamis subuh (4/9). Jumlah kuota jamaah haji Indonesia tahun 2014 sebanyak sekitar 168.800 jamaah haji yang terdiri dari 155.200 jamaah haji reguler dan 13.600 jamaah haji khusus. (Unggul Tri Ratomo) ()


 Sebanyak 1.760 calon haji asal Provinsi Aceh yang diberangkatkan melalui Embarkasi Banda Aceh sudah berada di Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi.

"Calon haji asal Aceh yang sudah berada di Mekkah mencapai 1.760 orang," kata H Akhyar, Hubungan Masyarakat (Humas) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Selasa.

Dari jumlah tersebut, kata dia, empat calon haji gagal diberangkatkan karena sakit. Keberangkatan mereka tergantung kesehatan. Apakah mereka nanti bisa diberangkatkan atau tidak.

"Yang sakit sebenarnya dua orang, tetapi karena mereka suami istri, terpaksa istri atau suaminya tinggal mendampingi. Keberangkatan mereka tergantung kesehatan," kata dia.

Menurut Akhyar, mereka yang gagal berangkat karena sakit, akan diatur keberangkatan di kelompok terbang atau kloter delapan. Jamaah kloter delapan berasal dari Aceh, Lombok, dan Makassar. 

"Kalau memang mereka tidak bisa berangkat bersama kloter delapan, maka mereka terpaksa berhaji pada tahun depan. Mereka yang gagal berangkat tahun ini, otomatis masuk daftar tahun depan," kata H Akhyar.

H Akhyar menyebutkan jamaah calon haji asal Aceh diberangkatkan dalam tujuh kloter penuh dan satu kloter gabungan. Hingga kini, Embarkasi Banda Aceh sudah memberangkatkan jamaah calon haji sebanyak empat kloter.

H Akhyar menyebutkan, keberangkatan jamaah calon haji asal Aceh masuk dalam gelombang kedua. Artinya, jamaah calon haji Aceh langsung diterbangkan ke Mekkah.

"Satu kloter diberangkatkan sebanyak 440 orang, terdiri 435 calon haji, dua pemandu, dan tiga tenaga medis. Mereka diberangkatkan dengan pesawat Garuda melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blangbintang Aceh Besar," kata H Akhyar. 
(KR-HSA/H011)
Editor: Ruslan Burhani

Sumber : http://www.antaranews.com/

Masjidil Haram Masjidil Haram, Makkah, mulai dipadati oleh jamaah dari berbagai dunia pada Kamis subuh (4/9). Jumlah kuota jamaah haji Indonesia tahun 2014 sebanyak sekitar 168.800 jamaah haji yang terdiri dari 155.200 jamaah haji reguler dan 13.600 jamaah haji khusus. (Unggul Tri Ratomo) ()


 Sebanyak 1.760 calon haji asal Provinsi Aceh yang diberangkatkan melalui Embarkasi Banda Aceh sudah berada di Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi.

"Calon haji asal Aceh yang sudah berada di Mekkah mencapai 1.760 orang," kata H Akhyar, Hubungan Masyarakat (Humas) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Selasa.

Dari jumlah tersebut, kata dia, empat calon haji gagal diberangkatkan karena sakit. Keberangkatan mereka tergantung kesehatan. Apakah mereka nanti bisa diberangkatkan atau tidak.

"Yang sakit sebenarnya dua orang, tetapi karena mereka suami istri, terpaksa istri atau suaminya tinggal mendampingi. Keberangkatan mereka tergantung kesehatan," kata dia.

Menurut Akhyar, mereka yang gagal berangkat karena sakit, akan diatur keberangkatan di kelompok terbang atau kloter delapan. Jamaah kloter delapan berasal dari Aceh, Lombok, dan Makassar. 

"Kalau memang mereka tidak bisa berangkat bersama kloter delapan, maka mereka terpaksa berhaji pada tahun depan. Mereka yang gagal berangkat tahun ini, otomatis masuk daftar tahun depan," kata H Akhyar.

H Akhyar menyebutkan jamaah calon haji asal Aceh diberangkatkan dalam tujuh kloter penuh dan satu kloter gabungan. Hingga kini, Embarkasi Banda Aceh sudah memberangkatkan jamaah calon haji sebanyak empat kloter.

H Akhyar menyebutkan, keberangkatan jamaah calon haji asal Aceh masuk dalam gelombang kedua. Artinya, jamaah calon haji Aceh langsung diterbangkan ke Mekkah.

"Satu kloter diberangkatkan sebanyak 440 orang, terdiri 435 calon haji, dua pemandu, dan tiga tenaga medis. Mereka diberangkatkan dengan pesawat Garuda melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blangbintang Aceh Besar," kata H Akhyar. 
(KR-HSA/H011)
Editor: Ruslan Burhani

Sumber : http://www.antaranews.com/

Calon jemaah haji dari Kabupaten Brebes mengantre memasuki pesawat Garuda Indonesia nomer penerbangan GA 6201 tujuan Jeddah, Makkah saat hari pertama pemberangkatan haji dari Bandara Adi Sumarmo, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (1/9). (sumber: Antara/Maulana Surya)

Jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan ke Arab Saudi sudah mencapai 127.569 orang atau 82,20 persen dari total kuota haji sebesar 155.200 orang, demikian data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Selasa sampai pukul 19.12 WIB.
Dari jumlah tersebut, 126.302 jamaah sudah tiba di Arab Saudi sementara sisanya 1.267 jamaah masih dalam perjalanan. Lamanya perjalanan Indonesia ke Arab Saudi adalah 9-10 jam, tergantung embarkasi pemberangkatan.
Seluruh jamaah haji Indonesia dijadwalkan sudah diberangkatkan ke Arab Saudi pada 28 September 2014. Tanggal itu hingga 24.00 waktu setempat juga merupakan akhir kedatangan jamaah haji seluruh dunia ke Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Puncak haji atau wukuf diperkirakan akan jatuh pada 3 Oktober atau hari Jumat.
Menurut jadwal, pada hari ini rombongan terakhir jamaah haji gelombang pertama yang berada di Madinah sudah diberangkatkan ke Makkah. Jamaah haji gelombong pertama yang berangkat 1-14 September, ditempatkan di Madinah dan selanjutnya mulai 9 September secara bertahap didberangkatkan ke Makkah.
Hingga Selasa sore waktu setempat masih tersisa empat kloter gelombang pertama yang belum berangkat ke Makkah, sementara 13 kloter dalam perjalanan dari Madinah ke Makkah. Waktu perjalanan Madinah Makkah sekitar enam jam.
Penulis: /YS
Sumber:Antara
Calon jemaah haji dari Kabupaten Brebes mengantre memasuki pesawat Garuda Indonesia nomer penerbangan GA 6201 tujuan Jeddah, Makkah saat hari pertama pemberangkatan haji dari Bandara Adi Sumarmo, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (1/9). (sumber: Antara/Maulana Surya)

Jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan ke Arab Saudi sudah mencapai 127.569 orang atau 82,20 persen dari total kuota haji sebesar 155.200 orang, demikian data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Selasa sampai pukul 19.12 WIB.
Dari jumlah tersebut, 126.302 jamaah sudah tiba di Arab Saudi sementara sisanya 1.267 jamaah masih dalam perjalanan. Lamanya perjalanan Indonesia ke Arab Saudi adalah 9-10 jam, tergantung embarkasi pemberangkatan.
Seluruh jamaah haji Indonesia dijadwalkan sudah diberangkatkan ke Arab Saudi pada 28 September 2014. Tanggal itu hingga 24.00 waktu setempat juga merupakan akhir kedatangan jamaah haji seluruh dunia ke Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Puncak haji atau wukuf diperkirakan akan jatuh pada 3 Oktober atau hari Jumat.
Menurut jadwal, pada hari ini rombongan terakhir jamaah haji gelombang pertama yang berada di Madinah sudah diberangkatkan ke Makkah. Jamaah haji gelombong pertama yang berangkat 1-14 September, ditempatkan di Madinah dan selanjutnya mulai 9 September secara bertahap didberangkatkan ke Makkah.
Hingga Selasa sore waktu setempat masih tersisa empat kloter gelombang pertama yang belum berangkat ke Makkah, sementara 13 kloter dalam perjalanan dari Madinah ke Makkah. Waktu perjalanan Madinah Makkah sekitar enam jam.
Penulis: /YS
Sumber:Antara
Jamaah haji dari Pekanbaru, Martius bin Nurdin yang meninggal di pemondokannya pada Ahad (14/9) sekitar pukul 08.50, ternyata sudah dua kali mengkhatamkan Al Quran di Madinah, serta tujuh juz meski baru dua hari berada di Mekkah.

''Sehari-hari saya melihat Pak Martius sehat-sehat saja,''kata Pembimbing Ibadah Kloter 3 Embarkasi H. Darwison di Pemondokan I-12 atau Johra Mouassar Hotel, tempat Martius menginap, Ahad sore (14/9).

Menurutnya selama di Madinah maupun di Makkah, Martius ibadahnya luar biasa. Bahkan selama ini Martius ditunjuk sebagai motivator jamaah  untuk ibadah .

Sementara itu Ketua Kloter III Embarkasi Batam Sektor 9  Akmal Khairi mengatakan selama ini almarhum tampak sehat-sehat saja dan tidak pernah sakit dan dia kemana-mana selalu berdua dengan istri.

"Tadi pagi pulang dari salat ubuh dan salat sunah di Masjidil Haram Pak Martius masuk ke kamar sebentar lalu cuci tangan di kamar mandi.  Namun setelah lima menit kemudian seorang rekannya melihat Pak Martius sudah jatuh di kamar mandi dalam keadaan tidak sadar,''jelasnya.

Martius yang semula akan disalatkan di Masjidil Haram usai salat Ashar, ternyata ditunda usai Maghrib waktu Makkah.  Menurut Akmal, istri Martius meskipun menangis tetapi tabah. Namun istrinya mengatakan yang sedikit mengganjal adalah dia belum minta maaf kepada suami karena tidak ada tanda-tanda suaminya mau meninggal. 

"Malam ini (red. Ahad malam, 14/9) di Hotel /pemondokan jamaah haji H-12 dilakukan tahlilan dan pembacaan surat Yassin. Keluarga di kampung juga sudah kami hubungi.'' katanya. (Sumber : Republika)
Jamaah haji dari Pekanbaru, Martius bin Nurdin yang meninggal di pemondokannya pada Ahad (14/9) sekitar pukul 08.50, ternyata sudah dua kali mengkhatamkan Al Quran di Madinah, serta tujuh juz meski baru dua hari berada di Mekkah.

''Sehari-hari saya melihat Pak Martius sehat-sehat saja,''kata Pembimbing Ibadah Kloter 3 Embarkasi H. Darwison di Pemondokan I-12 atau Johra Mouassar Hotel, tempat Martius menginap, Ahad sore (14/9).

Menurutnya selama di Madinah maupun di Makkah, Martius ibadahnya luar biasa. Bahkan selama ini Martius ditunjuk sebagai motivator jamaah  untuk ibadah .

Sementara itu Ketua Kloter III Embarkasi Batam Sektor 9  Akmal Khairi mengatakan selama ini almarhum tampak sehat-sehat saja dan tidak pernah sakit dan dia kemana-mana selalu berdua dengan istri.

"Tadi pagi pulang dari salat ubuh dan salat sunah di Masjidil Haram Pak Martius masuk ke kamar sebentar lalu cuci tangan di kamar mandi.  Namun setelah lima menit kemudian seorang rekannya melihat Pak Martius sudah jatuh di kamar mandi dalam keadaan tidak sadar,''jelasnya.

Martius yang semula akan disalatkan di Masjidil Haram usai salat Ashar, ternyata ditunda usai Maghrib waktu Makkah.  Menurut Akmal, istri Martius meskipun menangis tetapi tabah. Namun istrinya mengatakan yang sedikit mengganjal adalah dia belum minta maaf kepada suami karena tidak ada tanda-tanda suaminya mau meninggal. 

"Malam ini (red. Ahad malam, 14/9) di Hotel /pemondokan jamaah haji H-12 dilakukan tahlilan dan pembacaan surat Yassin. Keluarga di kampung juga sudah kami hubungi.'' katanya. (Sumber : Republika)
Ilustrasi. Jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Pondok Gede Jakarta tiba di Makkah, Arab Saudi, Selasa tengah malam hingga Rabu dinihari, sehingga menjadi rombongan pertama yang tiba di Tanah Suci setelah menempuh 7 jam perjalanan dari Madinah. Sebanyal 168.800 jamaah haji Indonesia akan mengikuti ibadah haji di Arab Saudi. (ANTARA News/Unggul Tri Ratomo).




Guru mendominasi jemaah calon haji PNS Kota Malang, Jawa Timur pada musim haji tahun ini.

Dari 62 orang calon haji PNS di Kota Malang, 43 orang di antaranya berprofesi sebagai guru atau pendidik.

"Dari 62 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Malang yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci tahun ini, 43 di antaranya adalah guru," kata Kepala Humas Pemkot Malang, Alie Mulyanto, disela pelepasan calon haji dari lingkungan PNS Pemkot Malang, Senin. 

Puluhan calon haji dari lingkungan PNS Pemkot Malang itu dilepas Wali Kota Malang Moch Anton di ruang sidang balai kota setempat.

Sesuai jadwal, calon haji dari lingkungan PNS itu berangkat ke Tanah Suci bersama ratusan calon haji lainnya pada, Kamis (18/9) dari Lapangan Rampal. 

Wali Kota Malang Moch Anton dalam sambutan pelepasan calon haji PNS itu meminta agar para PNS tersebut menjaga kondisi fisik dan stamina selama berada di Arab Saudi karena cuaca di Tanah Suci sangat berbeda dengan cuaca di Malang, bahkan sering berubah-ubah.

"Kalau waktunya makan, langsung makan, jangan hanya memikirkan ibadah, tapi malah lupa makan, padahal kondisi kesehatan harus benar-benar prima. Saya juga berharap tidak ada PNS maupun jamaah dari Malang ini yang tertinggal di Tanah Suci setelah musim haji berakhir," ujarnya.

Anton mencontohkan pengalamannya pada saat menunaikan haji beberapa tahun silam. Ada seorang temannya yang hanya memikirkan ibadah selama haji dan teman-temannya sudah sering memperingatkan agar tidak lupa makan.

Namun, karena bersikukuh mementingkan ibadah, teman tersebut jatuh sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit (RS). "Karena masih dalam kondisi sakit dan dirawat di RS, pada saat jamaah lainnya thowaf wada (thowaf perpisahan), teman saya itu masih dirawat di RS hingga jamaah haji pulang ke Tanah Air," katanya.

Selain mengingatkan agar jamaah menjaga kesehatan dan kondisi fisik agar tetap prima, Anton juga berpesan agar jamaah mendoakan Kota Malang agar kota itu menjadi kota yang bermartabat. 

"PNS di lingkungan Pemkot Malang ini harus bersyukur bisa berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima tahun ini, sebab calon haji lainnya harus menunggu selama belasan tahun untuk bisa menjadi tamu Allah," ucapnya.

Satu-satunya PNS dari eselon II yang masuk dalam daftar calon haji tahun ini adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengawas Bangunan (DPUPB), yakni Dr Djarot Edy Sulistyono. Jamaah calon haji Kota Malangselama di Tanah Suci bakal didampingi oleh Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji.
Editor: Suryanto
Sumber : antaranews.com
Ilustrasi. Jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Pondok Gede Jakarta tiba di Makkah, Arab Saudi, Selasa tengah malam hingga Rabu dinihari, sehingga menjadi rombongan pertama yang tiba di Tanah Suci setelah menempuh 7 jam perjalanan dari Madinah. Sebanyal 168.800 jamaah haji Indonesia akan mengikuti ibadah haji di Arab Saudi. (ANTARA News/Unggul Tri Ratomo).




Guru mendominasi jemaah calon haji PNS Kota Malang, Jawa Timur pada musim haji tahun ini.

Dari 62 orang calon haji PNS di Kota Malang, 43 orang di antaranya berprofesi sebagai guru atau pendidik.

"Dari 62 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Malang yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci tahun ini, 43 di antaranya adalah guru," kata Kepala Humas Pemkot Malang, Alie Mulyanto, disela pelepasan calon haji dari lingkungan PNS Pemkot Malang, Senin. 

Puluhan calon haji dari lingkungan PNS Pemkot Malang itu dilepas Wali Kota Malang Moch Anton di ruang sidang balai kota setempat.

Sesuai jadwal, calon haji dari lingkungan PNS itu berangkat ke Tanah Suci bersama ratusan calon haji lainnya pada, Kamis (18/9) dari Lapangan Rampal. 

Wali Kota Malang Moch Anton dalam sambutan pelepasan calon haji PNS itu meminta agar para PNS tersebut menjaga kondisi fisik dan stamina selama berada di Arab Saudi karena cuaca di Tanah Suci sangat berbeda dengan cuaca di Malang, bahkan sering berubah-ubah.

"Kalau waktunya makan, langsung makan, jangan hanya memikirkan ibadah, tapi malah lupa makan, padahal kondisi kesehatan harus benar-benar prima. Saya juga berharap tidak ada PNS maupun jamaah dari Malang ini yang tertinggal di Tanah Suci setelah musim haji berakhir," ujarnya.

Anton mencontohkan pengalamannya pada saat menunaikan haji beberapa tahun silam. Ada seorang temannya yang hanya memikirkan ibadah selama haji dan teman-temannya sudah sering memperingatkan agar tidak lupa makan.

Namun, karena bersikukuh mementingkan ibadah, teman tersebut jatuh sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit (RS). "Karena masih dalam kondisi sakit dan dirawat di RS, pada saat jamaah lainnya thowaf wada (thowaf perpisahan), teman saya itu masih dirawat di RS hingga jamaah haji pulang ke Tanah Air," katanya.

Selain mengingatkan agar jamaah menjaga kesehatan dan kondisi fisik agar tetap prima, Anton juga berpesan agar jamaah mendoakan Kota Malang agar kota itu menjadi kota yang bermartabat. 

"PNS di lingkungan Pemkot Malang ini harus bersyukur bisa berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima tahun ini, sebab calon haji lainnya harus menunggu selama belasan tahun untuk bisa menjadi tamu Allah," ucapnya.

Satu-satunya PNS dari eselon II yang masuk dalam daftar calon haji tahun ini adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengawas Bangunan (DPUPB), yakni Dr Djarot Edy Sulistyono. Jamaah calon haji Kota Malangselama di Tanah Suci bakal didampingi oleh Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji.
Editor: Suryanto
Sumber : antaranews.com
Tiba di Makkah. Jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Pondok Gede Jakarta tiba di Makkah, Arab Saudi, Selasa tengah malam hingga Rabu dinihari, sehingga menjadi rombongan pertama yang tiba di Tanah Suci setelah menempuh 7 jam perjalanan dari Madinah. Sebanyal 168.800 jamaah haji Indonesia akan mengikuti ibadah haji di Arab Saudi. (ANTARA News/Unggul Tri Ratomo)

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Abdurrahman Muhammad Fachir meninjau penyelenggaraan haji bagi jamaah Indonesia di Makkah, Arab Saudi, pada Jumat.

Dalam kunjungannya, Dubes antara lain mengunjungi Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, menerima kedatangan jamaah haji embarkasi Bekasi di Hotel Rawahell, meninjau Balai Pengobatan Haji Indonesia serta memantau dan naik bus shalawat yang menjadi saran transportasi jamaah dari penginapan menuju Masjidil Haram.

Sebelumnya, Dubes juga telah memantau penyelenggaaan haji di Jeddah dan Madinah.

Dalam kunjungannya ke Makkah sejak siang hingga malam hari, Dubes didampingi Konjen Jeddah Darmakirti Syailendra dan diterima oleh Kepala Daker Makkah Endang Jumali.

Kepada jamaah, Dubes meminta mengikuti panduan dari petugas dan ketua rombongan. Selain itu juga membawa identitas diri dan hotel yang telah diberikan. Ia mengingatkan di Madinah setiap harinya ada sekitar 40 kasus jamaah yang tersesat.

Selain itu jamaah juga diminta menjaga kesehatan agar pada saat puncak haji kondisinya prima dan bisa mengikuti hingga akhir dan sempurna. "Harus atur waktu kapan ibadah dan kapan istirahat," katanya.

"Jangan sampai hanya karena tidak bisa mengatur waktu dan menjaga kesehatan dengan baik, nanti ibadahnya tidak lengkap. Jadi membagi waktu bagi para jamaah haji itu penting," kata dubes. (*)
Editor: B Kunto Wibisono

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/453319/dubes-tinjau-penyelenggaran-haji-di-makkah
Tiba di Makkah. Jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Pondok Gede Jakarta tiba di Makkah, Arab Saudi, Selasa tengah malam hingga Rabu dinihari, sehingga menjadi rombongan pertama yang tiba di Tanah Suci setelah menempuh 7 jam perjalanan dari Madinah. Sebanyal 168.800 jamaah haji Indonesia akan mengikuti ibadah haji di Arab Saudi. (ANTARA News/Unggul Tri Ratomo)

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Abdurrahman Muhammad Fachir meninjau penyelenggaraan haji bagi jamaah Indonesia di Makkah, Arab Saudi, pada Jumat.

Dalam kunjungannya, Dubes antara lain mengunjungi Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, menerima kedatangan jamaah haji embarkasi Bekasi di Hotel Rawahell, meninjau Balai Pengobatan Haji Indonesia serta memantau dan naik bus shalawat yang menjadi saran transportasi jamaah dari penginapan menuju Masjidil Haram.

Sebelumnya, Dubes juga telah memantau penyelenggaaan haji di Jeddah dan Madinah.

Dalam kunjungannya ke Makkah sejak siang hingga malam hari, Dubes didampingi Konjen Jeddah Darmakirti Syailendra dan diterima oleh Kepala Daker Makkah Endang Jumali.

Kepada jamaah, Dubes meminta mengikuti panduan dari petugas dan ketua rombongan. Selain itu juga membawa identitas diri dan hotel yang telah diberikan. Ia mengingatkan di Madinah setiap harinya ada sekitar 40 kasus jamaah yang tersesat.

Selain itu jamaah juga diminta menjaga kesehatan agar pada saat puncak haji kondisinya prima dan bisa mengikuti hingga akhir dan sempurna. "Harus atur waktu kapan ibadah dan kapan istirahat," katanya.

"Jangan sampai hanya karena tidak bisa mengatur waktu dan menjaga kesehatan dengan baik, nanti ibadahnya tidak lengkap. Jadi membagi waktu bagi para jamaah haji itu penting," kata dubes. (*)
Editor: B Kunto Wibisono

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/453319/dubes-tinjau-penyelenggaran-haji-di-makkah

Bupati Sumedang H. Ade Irawan secara resmi melepas 658 calon jemaah haji Kab. Sumedang tahun 2014 di Pendopo kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang di Jln.Prabu Gajah Agung/Bypass, Rabu (10/9/2014). Dari 658 calon jemaah haji tersebut, masing-masing kloter 37 berangkat ke embarkasi Bekasi tanggal 13 September dan kloter 48 berangkat tanggal 16 September mendatang.

Sebagai bentuk kadeudeuh, bupati atas nama pribadi memberikan bantuan dana kepada 10 orang calon jemaah haji dengan usia tertua, masing-masing lima orang calon jemaah haji pria dan wanita.
“Saya ucapkan selamat, semoga menjadi haji mabrur dan mabruroh. Jadikan jemaah haji asal Kab. Sumedang menjadi yang terbaik. Jaga kesehatan dari mulai pemberangkatan ke Tanah Suci sampai kepulangan ke Sumedang,” ujar Bupati Sumedang Ade Irawan di sela-sela “Pelepasan Rombongan Jemaah Calon Haji Kab. Sumedang tahun 2014” di Pendopo kantor IPP Pemkab Sumedang, Rabu (10/9/2014).
Menurut dia, ratusan calon jemaah haji dari Kab. Sumedang yang akan berangkat tanggal 13 dan 16 September nanti, merupakan orang-orang pilihan tamu Allah SWT. Mereka sudah dibekali ilmu dari para pembimbingnya saat manasik haji. Terlebih, begitu banyak calon jemaah haji di Kab. Sumedang yang masih dalam daftar tunggu.
“Bapak dan ibu, para calon jemaah haji, harus bangga karena diundang langsung oleh Yang Maha Pencipta. Anggaplah ini kesempatan terakhir, agar ibadah haji di Tanah Suci dilaksanakan sungguh-sungguh dengan penuh keikhlasan semata-mata karena Allah SWT. Jangan disia-siakan waktu di Tanah Suci, kecuali hanya untuk beribadah,” tutur Ade Irawan dihadapan ratusan calon jemaah haji.

Atas nama pribadi, keluarga dan jajaran Pemkab Sumedang, Bupati Ade memohon doa kepada para calon jemaah haji supaya masyarakat Kab. Sumedang senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Doakan juga Kab. Sumedang semoga tetap kondusif dan diberi kelancaran sehingga pembangunannya lebih maju.
“Jangan lupa, doakan juga visi Sumedang Senyum Manis (Sejahtera, Nyunda, Maju, Mandiri dan Agamis) supaya terwujud,” katanya.

Hal senada dikatakan Kepala Kemenag Kab. Sumedang, H. Cece Hidayat. Ia mengatakan, atas nama pribadi dan Kemenag Kab. Sumedang mengucapkan selamat kepada 658 jemaah calon haji Kab. Sumedang tahun 2014 yang siap berangkat ke Tanah Suci. “Keberangkatan sudah di depan mata. Jaga kesehatan dari mulai pemberangkatan ke Tanah Suci sampai kepulangan ke Sumedang. Selamat jalan para tamu Allah SWT, semoga menjadi haji mabrur dan mabruroh,” tuturnya.

Dikatakan, jumlah calon jemaah haji yang sudah mendaftar dan masuk dalam daftar tunggu dengan jadwal pemberangkatan hingga tahun 2026 nanti, mencapai sekitar 6.800 orang. Jumlah itu dengan asumsi kuota jemaah haji Kab. Sumedang, setiap tahunnnya sekitar 600 orang. “Jadi, kalau ada yang mendaftar hari ini, berangkatnya tahun 2026. Oleh karena itu, selamat kepada para calon jemaah haji tahun ini semoga senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT,” kata Cece. (Adang Jukardi-"PR"/A-88)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com

Bupati Sumedang H. Ade Irawan secara resmi melepas 658 calon jemaah haji Kab. Sumedang tahun 2014 di Pendopo kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang di Jln.Prabu Gajah Agung/Bypass, Rabu (10/9/2014). Dari 658 calon jemaah haji tersebut, masing-masing kloter 37 berangkat ke embarkasi Bekasi tanggal 13 September dan kloter 48 berangkat tanggal 16 September mendatang.

Sebagai bentuk kadeudeuh, bupati atas nama pribadi memberikan bantuan dana kepada 10 orang calon jemaah haji dengan usia tertua, masing-masing lima orang calon jemaah haji pria dan wanita.
“Saya ucapkan selamat, semoga menjadi haji mabrur dan mabruroh. Jadikan jemaah haji asal Kab. Sumedang menjadi yang terbaik. Jaga kesehatan dari mulai pemberangkatan ke Tanah Suci sampai kepulangan ke Sumedang,” ujar Bupati Sumedang Ade Irawan di sela-sela “Pelepasan Rombongan Jemaah Calon Haji Kab. Sumedang tahun 2014” di Pendopo kantor IPP Pemkab Sumedang, Rabu (10/9/2014).
Menurut dia, ratusan calon jemaah haji dari Kab. Sumedang yang akan berangkat tanggal 13 dan 16 September nanti, merupakan orang-orang pilihan tamu Allah SWT. Mereka sudah dibekali ilmu dari para pembimbingnya saat manasik haji. Terlebih, begitu banyak calon jemaah haji di Kab. Sumedang yang masih dalam daftar tunggu.
“Bapak dan ibu, para calon jemaah haji, harus bangga karena diundang langsung oleh Yang Maha Pencipta. Anggaplah ini kesempatan terakhir, agar ibadah haji di Tanah Suci dilaksanakan sungguh-sungguh dengan penuh keikhlasan semata-mata karena Allah SWT. Jangan disia-siakan waktu di Tanah Suci, kecuali hanya untuk beribadah,” tutur Ade Irawan dihadapan ratusan calon jemaah haji.

Atas nama pribadi, keluarga dan jajaran Pemkab Sumedang, Bupati Ade memohon doa kepada para calon jemaah haji supaya masyarakat Kab. Sumedang senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Doakan juga Kab. Sumedang semoga tetap kondusif dan diberi kelancaran sehingga pembangunannya lebih maju.
“Jangan lupa, doakan juga visi Sumedang Senyum Manis (Sejahtera, Nyunda, Maju, Mandiri dan Agamis) supaya terwujud,” katanya.

Hal senada dikatakan Kepala Kemenag Kab. Sumedang, H. Cece Hidayat. Ia mengatakan, atas nama pribadi dan Kemenag Kab. Sumedang mengucapkan selamat kepada 658 jemaah calon haji Kab. Sumedang tahun 2014 yang siap berangkat ke Tanah Suci. “Keberangkatan sudah di depan mata. Jaga kesehatan dari mulai pemberangkatan ke Tanah Suci sampai kepulangan ke Sumedang. Selamat jalan para tamu Allah SWT, semoga menjadi haji mabrur dan mabruroh,” tuturnya.

Dikatakan, jumlah calon jemaah haji yang sudah mendaftar dan masuk dalam daftar tunggu dengan jadwal pemberangkatan hingga tahun 2026 nanti, mencapai sekitar 6.800 orang. Jumlah itu dengan asumsi kuota jemaah haji Kab. Sumedang, setiap tahunnnya sekitar 600 orang. “Jadi, kalau ada yang mendaftar hari ini, berangkatnya tahun 2026. Oleh karena itu, selamat kepada para calon jemaah haji tahun ini semoga senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT,” kata Cece. (Adang Jukardi-"PR"/A-88)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com
Dengan modal niat dan keikhlasan, akhirnya setelah menunggu 23 tahun seorang penjual gula aren keliling di Tasikmalaya, Jawa Barat bisa menunaikan haji tahun ini.

Ia adalah Ibu Icoh Sadeli, warga Desa Citamba, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Kamis (11/9/2014), Ibu Icoh adalah calon haji Indonesia yang akan berangkat pada 26 September nanti.

Menjual gula aren sudah dilakoni Ibu Icoh sejak 15 tahun. Sebelumnya selama 8 tahun ia adalah pedagang sayuran gendong yang juga berkeliling dari kampung ke kampung lainnya. Semua itu dilakukannya demi satu tujuan, yaitu bisa naik haji.

Dengan menabung hasil penjualan gula aren antara Rp 15 ribu-Rp 50 ribu setiap harinya, ia pun mendaftar untuk naik haji pada 2010. Keinginan naik haji berawal dari saran sang ayah semasa hidupnya.
Kepastian keberangkatan Ibu Icoh naik haji pun baru diketahui anak-anaknya saat ada surat pemberitahuan dari pihak bank bahwa sudah ada pelunasan dana talangan haji sebesar Rp 25 juta.

Kini keluarga berharap sang ibu bisa tetap sehat walafiat menunaikan ibadah haji dengan lancar dan kembali dengan selamat. (liputan6.com)
Dengan modal niat dan keikhlasan, akhirnya setelah menunggu 23 tahun seorang penjual gula aren keliling di Tasikmalaya, Jawa Barat bisa menunaikan haji tahun ini.

Ia adalah Ibu Icoh Sadeli, warga Desa Citamba, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Kamis (11/9/2014), Ibu Icoh adalah calon haji Indonesia yang akan berangkat pada 26 September nanti.

Menjual gula aren sudah dilakoni Ibu Icoh sejak 15 tahun. Sebelumnya selama 8 tahun ia adalah pedagang sayuran gendong yang juga berkeliling dari kampung ke kampung lainnya. Semua itu dilakukannya demi satu tujuan, yaitu bisa naik haji.

Dengan menabung hasil penjualan gula aren antara Rp 15 ribu-Rp 50 ribu setiap harinya, ia pun mendaftar untuk naik haji pada 2010. Keinginan naik haji berawal dari saran sang ayah semasa hidupnya.
Kepastian keberangkatan Ibu Icoh naik haji pun baru diketahui anak-anaknya saat ada surat pemberitahuan dari pihak bank bahwa sudah ada pelunasan dana talangan haji sebesar Rp 25 juta.

Kini keluarga berharap sang ibu bisa tetap sehat walafiat menunaikan ibadah haji dengan lancar dan kembali dengan selamat. (liputan6.com)
Calon jemaah haji yang sakit saat akan berangkat haji kloter 1
Ahmad Mahulete bin Jamaludin tercatat sebagai calon jemaah haji  tertua dari Kota Ambon yang akan diberangkatkan ke tanah suci, Mekkah, bersama 237 jemaah haji asal kota Ambon lainnya.

“Calon jemaah haji tertua adalah Ahmad Mahulete bin Jamaludin dengan usia 114 tahun,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Hanafi Kasim saat menyampaikan laporan pada acara pelepasan Calon Jemaah Haji Kota Ambon di Ambon, Rabu (10/9/2014).

Sementara itu, calon haji termuda adalah Aprilia Niningsar Binti Syarifudin Malabu yang berusia 19 tahun. Hanafi mengatakan, dari total 238 calon jemaah haji dari Ambon, 150 calon haji adalah perempuan dan sisanya 88 peserta laki-laki.

Seluruh calon haji, lanjut Hanafi, terbagi dalam lima rombongan dan 20 regu. Mereka tergabung dalam kelompok terbang (kloter) ke 12.

“Jemaah haji asal Kota Ambon ini tergabung dalam kloter 12 dan mereka akan diberangkatkan pada 15 September nanti,” ujarnya.

Dia menjelaskan, seluruh jemaah haji asal Ambon yang akan diberangkatkan tersebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas medis. Selain itu, para calon haji nantinya juga akan didampingi oleh 4 petugas medis dan pembina haji dari provinsi dan satunya dari Kota Ambon. (kompas.com)
Calon jemaah haji yang sakit saat akan berangkat haji kloter 1
Ahmad Mahulete bin Jamaludin tercatat sebagai calon jemaah haji  tertua dari Kota Ambon yang akan diberangkatkan ke tanah suci, Mekkah, bersama 237 jemaah haji asal kota Ambon lainnya.

“Calon jemaah haji tertua adalah Ahmad Mahulete bin Jamaludin dengan usia 114 tahun,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Hanafi Kasim saat menyampaikan laporan pada acara pelepasan Calon Jemaah Haji Kota Ambon di Ambon, Rabu (10/9/2014).

Sementara itu, calon haji termuda adalah Aprilia Niningsar Binti Syarifudin Malabu yang berusia 19 tahun. Hanafi mengatakan, dari total 238 calon jemaah haji dari Ambon, 150 calon haji adalah perempuan dan sisanya 88 peserta laki-laki.

Seluruh calon haji, lanjut Hanafi, terbagi dalam lima rombongan dan 20 regu. Mereka tergabung dalam kelompok terbang (kloter) ke 12.

“Jemaah haji asal Kota Ambon ini tergabung dalam kloter 12 dan mereka akan diberangkatkan pada 15 September nanti,” ujarnya.

Dia menjelaskan, seluruh jemaah haji asal Ambon yang akan diberangkatkan tersebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas medis. Selain itu, para calon haji nantinya juga akan didampingi oleh 4 petugas medis dan pembina haji dari provinsi dan satunya dari Kota Ambon. (kompas.com)

Madinah - Selesai menjalankan salat wajib empat puluh waktu di Masjid Nabawi, jamaah haji mulai diberangkatkan ke Makkah. Di tengah perjalanan, jamaah haji harus mampir ke Masjid Bir Ali untuk mengambil miqot dan membaca niat umrah.

Miqot adalah tempat yang ditetapkan Rasulullah saw sebagai awal untuk menjalankan ibadah haji dan umroh. Di miqot ini jamaah haji mengenakan kain ihram, menjalankan salat dua rakaat, dan membaca niat umrah.

"‎Miqot kan tempat pemberhentian semua keinginan harta benda dunia karena akan menghadap Allah. Karena akan menghadap Allah harus pada pemberhentian yang tepat," kata pembimbing ibadah di PPIH Daker Madinah, Abdul Kholiq, menjelaskan makna miqot, saat memberi bimbingan kepada jamaah di Masjid Bir Ali, Rabu (10/9/2014).

Hari ini 10 kloter jamaah haji Indonesia diberangkatkan ke Makkah dengan 85 bus. Sekitar 4.000 jamaah tersebut transit di Bir Ali untuk mengambil miqot. Sembari menunggu jamaah mempersiapkan diri menuju Makkah, detikcom berkesempatan menatap keindahan masjid bersejarah ini.

Dilihat dari kejauhan bangunan Masjid Bir Ali seperti benteng. Menara tinggi yang menjulang nan artistik bak mercusuar penunjuk arah di tengah lautan. Masjid ini terletak di Dzulhulaifah kira-kira 10 km dari pusat kota Madinah. Karena itu masjid ini kerap disebut sebagai Masjid Dzulhulaifah. Selain itu masjid ini juga kerap disebut Masjid Ihram dan Masjid Miqot, seperti aktivitas jamaah haji di masjid ini.

Bagian dalam masjid cukup luas meski tak seluas Masjid Nabawi. Ada taman yang ditumbuhi pohon kurma di area dalam masjid, taman terletak di antara tempat wudhu dan bangunan utama masjid. Di dalam taman, kita serasa seperti di tengah benteng yang kokoh.

Masjid ini dibangun tepat di pohon yang menjadi lokasi peristirahatan Nabi Muhammad saw dalam perjalanan menuju Makkah. Masjid ini disebut Bir Ali karena sahabat Ali Bin Abi Thalib pernah membuat sumur di sini. Sumur dalam bahasa arab adalah bir. Namun sumur itu saat ini sudah tak terlihat lagi.

Masjid Bir Ali mengalami beberapa kali perombakan sejak didirikan di zaman Rasulullah saw. Pembangunan besar-besaran dilakukan Raja Fahd Bin Abdulaziz yang berkuasa di Arab Saudi pada tahun 1981-2005.

Masjid bersejarah ini pun kini jadi bangunan yang megah. Masjid Bir Ali bak benteng kokoh di pinggir Madinah. Fasilitas untuk para jamaah pun sangat mumpuni. Masjid ini dilengkapi lebih dari 500 toilet dan kamar mandi. Lahan parkirannya juga sangat luas bisa menampung ratusan mobil dan bus. Karenanya setiap hari Masjid Bir Ali bisa menampung 4.000 jamaah dari berbagai negara yang mengambil miqot.

Madinah - Selesai menjalankan salat wajib empat puluh waktu di Masjid Nabawi, jamaah haji mulai diberangkatkan ke Makkah. Di tengah perjalanan, jamaah haji harus mampir ke Masjid Bir Ali untuk mengambil miqot dan membaca niat umrah.

Miqot adalah tempat yang ditetapkan Rasulullah saw sebagai awal untuk menjalankan ibadah haji dan umroh. Di miqot ini jamaah haji mengenakan kain ihram, menjalankan salat dua rakaat, dan membaca niat umrah.

"‎Miqot kan tempat pemberhentian semua keinginan harta benda dunia karena akan menghadap Allah. Karena akan menghadap Allah harus pada pemberhentian yang tepat," kata pembimbing ibadah di PPIH Daker Madinah, Abdul Kholiq, menjelaskan makna miqot, saat memberi bimbingan kepada jamaah di Masjid Bir Ali, Rabu (10/9/2014).

Hari ini 10 kloter jamaah haji Indonesia diberangkatkan ke Makkah dengan 85 bus. Sekitar 4.000 jamaah tersebut transit di Bir Ali untuk mengambil miqot. Sembari menunggu jamaah mempersiapkan diri menuju Makkah, detikcom berkesempatan menatap keindahan masjid bersejarah ini.

Dilihat dari kejauhan bangunan Masjid Bir Ali seperti benteng. Menara tinggi yang menjulang nan artistik bak mercusuar penunjuk arah di tengah lautan. Masjid ini terletak di Dzulhulaifah kira-kira 10 km dari pusat kota Madinah. Karena itu masjid ini kerap disebut sebagai Masjid Dzulhulaifah. Selain itu masjid ini juga kerap disebut Masjid Ihram dan Masjid Miqot, seperti aktivitas jamaah haji di masjid ini.

Bagian dalam masjid cukup luas meski tak seluas Masjid Nabawi. Ada taman yang ditumbuhi pohon kurma di area dalam masjid, taman terletak di antara tempat wudhu dan bangunan utama masjid. Di dalam taman, kita serasa seperti di tengah benteng yang kokoh.

Masjid ini dibangun tepat di pohon yang menjadi lokasi peristirahatan Nabi Muhammad saw dalam perjalanan menuju Makkah. Masjid ini disebut Bir Ali karena sahabat Ali Bin Abi Thalib pernah membuat sumur di sini. Sumur dalam bahasa arab adalah bir. Namun sumur itu saat ini sudah tak terlihat lagi.

Masjid Bir Ali mengalami beberapa kali perombakan sejak didirikan di zaman Rasulullah saw. Pembangunan besar-besaran dilakukan Raja Fahd Bin Abdulaziz yang berkuasa di Arab Saudi pada tahun 1981-2005.

Masjid bersejarah ini pun kini jadi bangunan yang megah. Masjid Bir Ali bak benteng kokoh di pinggir Madinah. Fasilitas untuk para jamaah pun sangat mumpuni. Masjid ini dilengkapi lebih dari 500 toilet dan kamar mandi. Lahan parkirannya juga sangat luas bisa menampung ratusan mobil dan bus. Karenanya setiap hari Masjid Bir Ali bisa menampung 4.000 jamaah dari berbagai negara yang mengambil miqot.

Calon jamaah haji siap diberangkatkan menuju Tanah Suci Makkah

Gubernur Maluku Saaid Assagaf menyatakan siap melepas 567 orang calon haji (Calhaj) asal Maluku yang mulai berangkat menuju embarkasi Makassar pada 11 September mendatang.

"Rencananya tanggal 11 September dan berlokasi di gedung Islamic center Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Dan Pak Gubernur menyatakan siap melepasnya,” kata Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Maluku Abdul Rahman Tubaka, Selasa (9/9).

Dia mengatakan, berbagai kesiapan keberangkatan calon haji menuju embarkasi Makassar sudah mantap dan tinggal berangkat saja, yang rencananya tanggal 15 dan 16 September 2014.

Calon haji Maluku terbagi atas dua kelompok terbang (kloter), yaitu kloter 12 dan 13 dengan jadwal keberangkatan ke Tanah suci pada tanggal 17 dan 18 September 2014 dengan penerbangan langsung menuju Makkah.

Terkait pemeriksaan kesehatan, sudah dilakukan calon haji di masing-masing kabupaten dan kota. “Begitu juga dengan pembuatan paspor sudah tidak ada masalah lagi. Semuanya sudah hampir selesai,” kata Rahman.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Ambon Hanafi Kasim menambahkah, semua jamaah calon haji sudah siap berangkat menuju embarkasi Makassar pada 16 September dan keberangkatan menuju Makkah pada 18 September yang merupakan satu kloter penuh, yakni kloter 12.

Sedangkan rencana pelepasan calon haji akan dilakukan pada hari Rabu (10/9) oleh Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy yang bertempat di gedung Islamic Center Waihaong. "Maluku mendapat jatah dua kloter masing-masing 12 dan 13. Dengan demikian, calhaj Kota Ambon masuk dalam kloter 12," ujar Kasim.

Dia menambahkan, jumlah calon haji asal Kota Ambon tahun ini berjumlah 238 orang yang terdiri dari 234 calon haji reguler dan empat orang petugas.

"Memang jatah kuota Kota Ambon untuk tahun haji 2014 sebenarnya berjumlah 246 orang, namun 12 jatah dikembalikan ke pusat menjadi kuota nasional dengan alasan tidak melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH)," katanya. (republika)
Sholat Malam Berjamaah dan Kuliah Subuh oleh Ust Dr Muslih Abdul Karim

Sholat Malam Berjamaah dan Kuliah Subuh oleh Ust Dr Muslih Abdul Karim

Foto : Afdal Zikri Mawardi
Read More
Sholat Malam Berjamaah dan Kuliah Subuh oleh Ust Dr Muslih Abdul Karim

Sholat Malam Berjamaah dan Kuliah Subuh oleh Ust Dr Muslih Abdul Karim

Foto : Afdal Zikri Mawardi
Read More
Kuliah Maghrib oleh KH Dr Muslih Abdul Karim MA di Atas Atap Apartemen Penginapan Jamaah Haji

Kuliah Maghrib oleh KH Dr Muslih Abdul Karim MA di Atas Atap Apartemen Penginapan Jamaah Haji

Foto : Afdal Zikri Mawardi
Read More
Kuliah Maghrib oleh KH Dr Muslih Abdul Karim MA di Atas Atap Apartemen Penginapan Jamaah Haji

Kuliah Maghrib oleh KH Dr Muslih Abdul Karim MA di Atas Atap Apartemen Penginapan Jamaah Haji

Foto : Afdal Zikri Mawardi
Read More
Arab Saudi tetapkah wukuf jatuh hari Jumat, 3 Oktober

Arab Saudi tetapkah wukuf jatuh hari Jumat, 3 Oktober

Manjidil Haram Padat Ribuan umat muslim memenuhi Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (19/10). Umat muslim dari penjuru dunia tiba di ...
Read More
Arab Saudi tetapkah wukuf jatuh hari Jumat, 3 Oktober

Arab Saudi tetapkah wukuf jatuh hari Jumat, 3 Oktober

Manjidil Haram Padat Ribuan umat muslim memenuhi Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (19/10). Umat muslim dari penjuru dunia tiba ...
Read More
Sebanyak 1.760 calon haji Aceh sudah berada Mekkah

Sebanyak 1.760 calon haji Aceh sudah berada Mekkah

Masjidil Haram Masjidil Haram, Makkah, mulai dipadati oleh jamaah dari berbagai dunia pada Kamis subuh (4/9). Jumlah kuota jamaah haji Indon...
Read More
Sebanyak 1.760 calon haji Aceh sudah berada Mekkah

Sebanyak 1.760 calon haji Aceh sudah berada Mekkah

Masjidil Haram Masjidil Haram, Makkah, mulai dipadati oleh jamaah dari berbagai dunia pada Kamis subuh (4/9). Jumlah kuota jamaah haji ...
Read More
Sudah Lebih 80% Jemaah Haji Diberangkatkan

Sudah Lebih 80% Jemaah Haji Diberangkatkan

Calon jemaah haji dari Kabupaten Brebes mengantre memasuki pesawat Garuda Indonesia nomer penerbangan GA 6201 tujuan Jeddah, Makkah saat har...
Read More
Sudah Lebih 80% Jemaah Haji Diberangkatkan

Sudah Lebih 80% Jemaah Haji Diberangkatkan

Calon jemaah haji dari Kabupaten Brebes mengantre memasuki pesawat Garuda Indonesia nomer penerbangan GA 6201 tujuan Jeddah, Makkah ...
Read More
Sebelum Meninggal, Jamaah Haji Ini Dua Kali Khatam Al Quran di Madinah

Sebelum Meninggal, Jamaah Haji Ini Dua Kali Khatam Al Quran di Madinah

Jamaah haji dari Pekanbaru, Martius bin Nurdin yang meninggal di pemondokannya pada Ahad (14/9) sekitar pukul 08.50, ternyata sudah dua kali...
Read More
Sebelum Meninggal, Jamaah Haji Ini Dua Kali Khatam Al Quran di Madinah

Sebelum Meninggal, Jamaah Haji Ini Dua Kali Khatam Al Quran di Madinah

Jamaah haji dari Pekanbaru, Martius bin Nurdin yang meninggal di pemondokannya pada Ahad (14/9) sekitar pukul 08.50, ternyata sudah dua ka...
Read More
Guru dominasi calon haji PNS Kota Malang

Guru dominasi calon haji PNS Kota Malang

Ilustrasi. Jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Pondok Gede Jakarta tiba di Makkah, Arab Saudi, Selasa tengah malam hingga Rabu dinihari, sehingga...
Read More
Guru dominasi calon haji PNS Kota Malang

Guru dominasi calon haji PNS Kota Malang

Ilustrasi. Jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Pondok Gede Jakarta tiba di Makkah, Arab Saudi, Selasa tengah malam hingga Rabu dinihari, seh...
Read More
Dubes Abdurrahman tinjau penyelenggaran haji di Makkah

Dubes Abdurrahman tinjau penyelenggaran haji di Makkah

Tiba di Makkah. Jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Pondok Gede Jakarta tiba di Makkah, Arab Saudi, Selasa tengah malam hingga Rabu dinihari, s...
Read More
Dubes Abdurrahman tinjau penyelenggaran haji di Makkah

Dubes Abdurrahman tinjau penyelenggaran haji di Makkah

Tiba di Makkah. Jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Pondok Gede Jakarta tiba di Makkah, Arab Saudi, Selasa tengah malam hingga Rabu dinihari, ...
Read More
Sepuluh Calhaj Tertua Terima 'Kadeudeuh' dari Bupati Sumedang

Sepuluh Calhaj Tertua Terima 'Kadeudeuh' dari Bupati Sumedang

Bupati Sumedang H. Ade Irawan secara resmi melepas 658 calon jemaah haji Kab. Sumedang tahun 2014 di Pendopo kantor Induk Pusat Pemerintah...
Read More
Sepuluh Calhaj Tertua Terima 'Kadeudeuh' dari Bupati Sumedang

Sepuluh Calhaj Tertua Terima 'Kadeudeuh' dari Bupati Sumedang

Bupati Sumedang H. Ade Irawan secara resmi melepas 658 calon jemaah haji Kab. Sumedang tahun 2014 di Pendopo kantor Induk Pusat Pemerin...
Read More
Naik Haji setelah 23 Tahun Berjualan Gula Aren Keliling

Naik Haji setelah 23 Tahun Berjualan Gula Aren Keliling

Dengan modal niat dan keikhlasan, akhirnya setelah menunggu 23 tahun seorang penjual gula aren keliling di Tasikmalaya, Jawa Barat bisa menu...
Read More
Naik Haji setelah 23 Tahun Berjualan Gula Aren Keliling

Naik Haji setelah 23 Tahun Berjualan Gula Aren Keliling

Dengan modal niat dan keikhlasan, akhirnya setelah menunggu 23 tahun seorang penjual gula aren keliling di Tasikmalaya, Jawa Barat bisa ...
Read More
Kakek Berusia 114 Tahun Jadi Peserta Calon Haji Tertua

Kakek Berusia 114 Tahun Jadi Peserta Calon Haji Tertua

Calon jemaah haji yang sakit saat akan berangkat haji kloter 1 Ahmad Mahulete bin Jamaludin tercatat sebagai calon jemaah haji  tertua dari ...
Read More
Kakek Berusia 114 Tahun Jadi Peserta Calon Haji Tertua

Kakek Berusia 114 Tahun Jadi Peserta Calon Haji Tertua

Calon jemaah haji yang sakit saat akan berangkat haji kloter 1 Ahmad Mahulete bin Jamaludin tercatat sebagai calon jemaah haji  tertua d...
Read More
Masjid bir ali yang menawan  miqot  jamaah haji dari madinah

Masjid bir ali yang menawan miqot jamaah haji dari madinah

Madinah - Selesai menjalankan salat wajib empat puluh waktu di Masjid Nabawi, jamaah haji mulai diberangkatkan ke Makkah. Di tengah perjalan...
Read More
Masjid bir ali yang menawan  miqot  jamaah haji dari madinah

Masjid bir ali yang menawan miqot jamaah haji dari madinah

Madinah - Selesai menjalankan salat wajib empat puluh waktu di Masjid Nabawi, jamaah haji mulai diberangkatkan ke Makkah. Di tengah perjalan...
Read More
Gubernur Maluku Lepas 567 Calhaj

Gubernur Maluku Lepas 567 Calhaj

Calon jamaah haji siap diberangkatkan menuju Tanah Suci Makkah Gubernur Maluku Saaid Assagaf menyatakan siap melepas 567 orang calon haji (C...
Read More