health

vehicles

business

Login Email Sahara Kafila
Google Account
Username:
Password:
/ / Ini Standar Pelayanan Angkutan Shalawat


Jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan pada fase pemberangkan pertama dijadwalkan akan mulai memasuki Makkah mulai Rabu (10/09) mendatang. Mereka akan tinggal di Makkah sampai selesai penyelenggaraan ibadah haji dan kembali pulang ke Tanah Air.

Selama di Makkah, jamaah haji yang menempati wilayah pemondokan dengan jarak 2000 M atau lebih dari Masjidi Haram telah disiapkan layanan transportasi bus shalawatoleh Pemerintah Indonesia.Bus ini akan beroperasi selama 24 Jam, dimulai sejak kedatangan jamaah haji di Makkah.
Berikut ini standard pelayanan angkutan shalawat yang harus diperhatikan jamaah: 

1. Sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi, rasio per Bus untuk di luar terowongan 1 : 500 jamaah per harinya, dan untuk di dalam terowongan 1 : 1666 jamaah;
2. Bus dilayani dengan dua supir, dengan pembagian waktu kerja pukul 10.00 – 22.00 WAS, dan 22.00 – 10.00 WAS;
3. Setiap halte dilayani oleh minimal 2 (dua) orang  petugas setiap shift selama 12 jam; 
4. Petugas transportasi bertugas mengatur, mengarahkan, mengendalikan, dan mendata Bus yang datang dan berangkat; 
5. Pengaturan jadwal keberangkatan dan kepulangan jamaah ke dan dari Masjidil Haram oleh Ketua Kloter dan Ketua Rombongan dilakukan secara bertahap, berangkat lebih awal yaitu berkisar 1 s.d 2 jam sebelum waktu shalat, dan  1 s.d 2 jam setelah waktu shalat; 
6. Pada masa Armina tanggal 30 September s/d 07 Oktober 2014 (6 s.d 13 Dzulhijjah 1435H) selama 8 hari, bus tidak beroperasi karena peraturan Pemerintah Arab Saudi dan bus dipersiapkan untuk Arafah Mina;
7. Rute Mahbas Jin (terminal Transit) tujuan  Masjidil Haram melalui terminal Bab Ali  (pada saat peak season) diperkirakan pada hari ke sembilan bus diberlakukan umum untuk seluruh negara; 
8. Untuk rute Nakasah/Bakhutmah tujuan Masjidil Haram melalui terminal Al-Ghaza, karena jalan padat  dan peraturan P18pt;” lang=“IN”>emerintah Arab Saudi (Pada saat peak season kurang lebih  diperkirakan pada hari ke sembilan), rute akan dialihkan ke Terminal Kuday tujuan Masjidil Haram melalui  Babul Malik (bawah tower ZamZam) dan bus diberlakukan umum untuk seluruh negara.

(mkd/mkd/kemenag)

«
Next

Posting Lebih Baru

»
Previous

Posting Lama

About Admin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Ini Standar Pelayanan Angkutan Shalawat


Jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan pada fase pemberangkan pertama dijadwalkan akan mulai memasuki Makkah mulai Rabu (10/09) mendatang. Mereka akan tinggal di Makkah sampai selesai penyelenggaraan ibadah haji dan kembali pulang ke Tanah Air.

Selama di Makkah, jamaah haji yang menempati wilayah pemondokan dengan jarak 2000 M atau lebih dari Masjidi Haram telah disiapkan layanan transportasi bus shalawatoleh Pemerintah Indonesia.Bus ini akan beroperasi selama 24 Jam, dimulai sejak kedatangan jamaah haji di Makkah.
Berikut ini standard pelayanan angkutan shalawat yang harus diperhatikan jamaah: 

1. Sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi, rasio per Bus untuk di luar terowongan 1 : 500 jamaah per harinya, dan untuk di dalam terowongan 1 : 1666 jamaah;
2. Bus dilayani dengan dua supir, dengan pembagian waktu kerja pukul 10.00 – 22.00 WAS, dan 22.00 – 10.00 WAS;
3. Setiap halte dilayani oleh minimal 2 (dua) orang  petugas setiap shift selama 12 jam; 
4. Petugas transportasi bertugas mengatur, mengarahkan, mengendalikan, dan mendata Bus yang datang dan berangkat; 
5. Pengaturan jadwal keberangkatan dan kepulangan jamaah ke dan dari Masjidil Haram oleh Ketua Kloter dan Ketua Rombongan dilakukan secara bertahap, berangkat lebih awal yaitu berkisar 1 s.d 2 jam sebelum waktu shalat, dan  1 s.d 2 jam setelah waktu shalat; 
6. Pada masa Armina tanggal 30 September s/d 07 Oktober 2014 (6 s.d 13 Dzulhijjah 1435H) selama 8 hari, bus tidak beroperasi karena peraturan Pemerintah Arab Saudi dan bus dipersiapkan untuk Arafah Mina;
7. Rute Mahbas Jin (terminal Transit) tujuan  Masjidil Haram melalui terminal Bab Ali  (pada saat peak season) diperkirakan pada hari ke sembilan bus diberlakukan umum untuk seluruh negara; 
8. Untuk rute Nakasah/Bakhutmah tujuan Masjidil Haram melalui terminal Al-Ghaza, karena jalan padat  dan peraturan P18pt;” lang=“IN”>emerintah Arab Saudi (Pada saat peak season kurang lebih  diperkirakan pada hari ke sembilan), rute akan dialihkan ke Terminal Kuday tujuan Masjidil Haram melalui  Babul Malik (bawah tower ZamZam) dan bus diberlakukan umum untuk seluruh negara.

(mkd/mkd/kemenag)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar