health

vehicles

business

Login Email Sahara Kafila
Google Account
Username:
Password:
/ / Masjid bir ali yang menawan miqot jamaah haji dari madinah

Madinah - Selesai menjalankan salat wajib empat puluh waktu di Masjid Nabawi, jamaah haji mulai diberangkatkan ke Makkah. Di tengah perjalanan, jamaah haji harus mampir ke Masjid Bir Ali untuk mengambil miqot dan membaca niat umrah.

Miqot adalah tempat yang ditetapkan Rasulullah saw sebagai awal untuk menjalankan ibadah haji dan umroh. Di miqot ini jamaah haji mengenakan kain ihram, menjalankan salat dua rakaat, dan membaca niat umrah.

"‎Miqot kan tempat pemberhentian semua keinginan harta benda dunia karena akan menghadap Allah. Karena akan menghadap Allah harus pada pemberhentian yang tepat," kata pembimbing ibadah di PPIH Daker Madinah, Abdul Kholiq, menjelaskan makna miqot, saat memberi bimbingan kepada jamaah di Masjid Bir Ali, Rabu (10/9/2014).

Hari ini 10 kloter jamaah haji Indonesia diberangkatkan ke Makkah dengan 85 bus. Sekitar 4.000 jamaah tersebut transit di Bir Ali untuk mengambil miqot. Sembari menunggu jamaah mempersiapkan diri menuju Makkah, detikcom berkesempatan menatap keindahan masjid bersejarah ini.

Dilihat dari kejauhan bangunan Masjid Bir Ali seperti benteng. Menara tinggi yang menjulang nan artistik bak mercusuar penunjuk arah di tengah lautan. Masjid ini terletak di Dzulhulaifah kira-kira 10 km dari pusat kota Madinah. Karena itu masjid ini kerap disebut sebagai Masjid Dzulhulaifah. Selain itu masjid ini juga kerap disebut Masjid Ihram dan Masjid Miqot, seperti aktivitas jamaah haji di masjid ini.

Bagian dalam masjid cukup luas meski tak seluas Masjid Nabawi. Ada taman yang ditumbuhi pohon kurma di area dalam masjid, taman terletak di antara tempat wudhu dan bangunan utama masjid. Di dalam taman, kita serasa seperti di tengah benteng yang kokoh.

Masjid ini dibangun tepat di pohon yang menjadi lokasi peristirahatan Nabi Muhammad saw dalam perjalanan menuju Makkah. Masjid ini disebut Bir Ali karena sahabat Ali Bin Abi Thalib pernah membuat sumur di sini. Sumur dalam bahasa arab adalah bir. Namun sumur itu saat ini sudah tak terlihat lagi.

Masjid Bir Ali mengalami beberapa kali perombakan sejak didirikan di zaman Rasulullah saw. Pembangunan besar-besaran dilakukan Raja Fahd Bin Abdulaziz yang berkuasa di Arab Saudi pada tahun 1981-2005.

Masjid bersejarah ini pun kini jadi bangunan yang megah. Masjid Bir Ali bak benteng kokoh di pinggir Madinah. Fasilitas untuk para jamaah pun sangat mumpuni. Masjid ini dilengkapi lebih dari 500 toilet dan kamar mandi. Lahan parkirannya juga sangat luas bisa menampung ratusan mobil dan bus. Karenanya setiap hari Masjid Bir Ali bisa menampung 4.000 jamaah dari berbagai negara yang mengambil miqot.


«
Next

Posting Lebih Baru

»
Previous

Posting Lama

About isa

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Masjid bir ali yang menawan miqot jamaah haji dari madinah

Madinah - Selesai menjalankan salat wajib empat puluh waktu di Masjid Nabawi, jamaah haji mulai diberangkatkan ke Makkah. Di tengah perjalanan, jamaah haji harus mampir ke Masjid Bir Ali untuk mengambil miqot dan membaca niat umrah.

Miqot adalah tempat yang ditetapkan Rasulullah saw sebagai awal untuk menjalankan ibadah haji dan umroh. Di miqot ini jamaah haji mengenakan kain ihram, menjalankan salat dua rakaat, dan membaca niat umrah.

"‎Miqot kan tempat pemberhentian semua keinginan harta benda dunia karena akan menghadap Allah. Karena akan menghadap Allah harus pada pemberhentian yang tepat," kata pembimbing ibadah di PPIH Daker Madinah, Abdul Kholiq, menjelaskan makna miqot, saat memberi bimbingan kepada jamaah di Masjid Bir Ali, Rabu (10/9/2014).

Hari ini 10 kloter jamaah haji Indonesia diberangkatkan ke Makkah dengan 85 bus. Sekitar 4.000 jamaah tersebut transit di Bir Ali untuk mengambil miqot. Sembari menunggu jamaah mempersiapkan diri menuju Makkah, detikcom berkesempatan menatap keindahan masjid bersejarah ini.

Dilihat dari kejauhan bangunan Masjid Bir Ali seperti benteng. Menara tinggi yang menjulang nan artistik bak mercusuar penunjuk arah di tengah lautan. Masjid ini terletak di Dzulhulaifah kira-kira 10 km dari pusat kota Madinah. Karena itu masjid ini kerap disebut sebagai Masjid Dzulhulaifah. Selain itu masjid ini juga kerap disebut Masjid Ihram dan Masjid Miqot, seperti aktivitas jamaah haji di masjid ini.

Bagian dalam masjid cukup luas meski tak seluas Masjid Nabawi. Ada taman yang ditumbuhi pohon kurma di area dalam masjid, taman terletak di antara tempat wudhu dan bangunan utama masjid. Di dalam taman, kita serasa seperti di tengah benteng yang kokoh.

Masjid ini dibangun tepat di pohon yang menjadi lokasi peristirahatan Nabi Muhammad saw dalam perjalanan menuju Makkah. Masjid ini disebut Bir Ali karena sahabat Ali Bin Abi Thalib pernah membuat sumur di sini. Sumur dalam bahasa arab adalah bir. Namun sumur itu saat ini sudah tak terlihat lagi.

Masjid Bir Ali mengalami beberapa kali perombakan sejak didirikan di zaman Rasulullah saw. Pembangunan besar-besaran dilakukan Raja Fahd Bin Abdulaziz yang berkuasa di Arab Saudi pada tahun 1981-2005.

Masjid bersejarah ini pun kini jadi bangunan yang megah. Masjid Bir Ali bak benteng kokoh di pinggir Madinah. Fasilitas untuk para jamaah pun sangat mumpuni. Masjid ini dilengkapi lebih dari 500 toilet dan kamar mandi. Lahan parkirannya juga sangat luas bisa menampung ratusan mobil dan bus. Karenanya setiap hari Masjid Bir Ali bisa menampung 4.000 jamaah dari berbagai negara yang mengambil miqot.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar