health

vehicles

business

Login Email Sahara Kafila
Google Account
Username:
Password:

News

Di antara keistimewaan Gunung Uhud adalah kecintaan Rasulullah SAW kepada gunung tersebut. Diriwatkan juga bahwa gunung Uhud juga mencintai Rasulullah SAW.

Gunung Uhud berguncang ketika Rasulullah SAW dan beberapa orang para sahabat berada di atasnya. Posisi letak Gunung Uhud, diriwayatkan berada di bawah salah satu surga.

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Uhud adalah satu gunung yang mencintai kami dan kami juga mencintainya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW mendaki gunung Uhud bersama dengan Abu Bakar RA, Umar RA dan Utsman RA Ketika itu gunung Uhud berguncang.

Kemudian Rasulullah SAW menghentakkan kakinya dan bersabda, “Diamlah kamu wahai Uhud, karena sesungguhnya berada di atasmu adalah seorang Nabi, seorang Shiddiq dan dua orang syahid.” (HR. Bukhari)

Sumber :
http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-bersejarah/rasulullah-pun-mencintai-gunung-uhud/

Di antara keistimewaan Gunung Uhud adalah kecintaan Rasulullah SAW kepada gunung tersebut. Diriwatkan juga bahwa gunung Uhud juga mencintai Rasulullah SAW.

Gunung Uhud berguncang ketika Rasulullah SAW dan beberapa orang para sahabat berada di atasnya. Posisi letak Gunung Uhud, diriwayatkan berada di bawah salah satu surga.

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Uhud adalah satu gunung yang mencintai kami dan kami juga mencintainya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW mendaki gunung Uhud bersama dengan Abu Bakar RA, Umar RA dan Utsman RA Ketika itu gunung Uhud berguncang.

Kemudian Rasulullah SAW menghentakkan kakinya dan bersabda, “Diamlah kamu wahai Uhud, karena sesungguhnya berada di atasmu adalah seorang Nabi, seorang Shiddiq dan dua orang syahid.” (HR. Bukhari)

Sumber :
http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-bersejarah/rasulullah-pun-mencintai-gunung-uhud/

Rumah-rumah Ummul Mukminin (istri-istri Rasulullah SAW) berada di sekitar Masjid Nabawi.

Letaknya mengelilingi masjid di sebelah tenggara (di sebelah Baqi’) dan dari timur ke barat (pintu Nisa’ hingga ke Pintu Al-Rahmah) di bagian belakang masjid.

Semuanya berjumlah sembilan rumah karena Rasulullah SAW mempunyai sembilan orang istri. Adapun yang masih ada hingga hari ini ialah rumah Rasulullah SAW bersama Aisyah RA. Rumah yang menjadi makam Rasulullah SAW dan dua orang sahabat beliau, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khathab RA.

Rumah Aisyah RA
Panjangnya jika diukur dari timur ke barat adalah 8 meter, lebarnya 5.5 meter, dan ketebalan tembok dalamnva 1 meter.

Rumah ini bersambung dengan rumah Fatimah RA di sebelah utara dan rumah Ummul Mukminin Hafsah RA di sebelah selatan. Tempat rumah Hafsah sekarang ini adalah tempat orang memberi salam kepada Rasulullah SAW.

Jarak antara kedua rumah ini cukup dekat. Sehingga Aisyah RA dan Hafshah RA dapat bercakap-cakap sementara mereka berada di dalam rumah masing-masing. Tempat Rasulullah SAW mengerjakan shalat jenazah berada di sebelah timurnya.

Rasulullah SAW membangun rumahnya dengan menggunakan tanah liat, pelepah, dan batang kurma. Atapnya dapat dicapai dengan tangan. Rumahnya mempunyai dua buah pintu, satu di bagian barat (di lorong menuju masjid), dan satu di bagian utara.

Pintu-pintu ini dibuat dari kayu biasa tanpa bingkai dan kunci. Di dalam gang sempit itu, Rasulullah SAW membuat satu bilik yang dibatasi dengan kain.

Perluasan Masjid Nabawi dan Rumah-Rumah Ummul Mukminin
Perluasan Masjid Nabawi telah dilakukan di zaman khalifah Al-Walid. Wilayah seputar rumah-rumah istri Rasulullah SAW (Ummahatul Mukminin) juga dimasukkan dalam rancangan perluasan ini.

Perintah dari Khalifah agar rumah-rumah Ummahatul Mukminin dimasukkan dalam rancangan perluasan masjid dibacakan oleh Gubernur Madinah, Umar bin Abdul Aziz, di hadapan penduduk Madinah dan alim ulamanya.

Alim ulama yang hadir ialah Said bin Al-Musayyib RA. Saat itu banyak hadirin yang menangis setelah menerima berita tersebut. Said bin Al-Musayyib berkata, “Demi Allah! Aku mengharapkan agar mereka tidak mengubah rumah-rumah itu (hujurat) agar penduduk Madinah dan generasi setelah ini dapat menyaksikan cara hidup Rasulullah SAW.”
Sekarang, rumah-rumah itu telah diruntuhkan setelah dibeli dari ahli waris/keluarga Ummahatul Mukminin RA.

Rumah-rumah Ummul Mukminin (istri-istri Rasulullah SAW) berada di sekitar Masjid Nabawi.

Letaknya mengelilingi masjid di sebelah tenggara (di sebelah Baqi’) dan dari timur ke barat (pintu Nisa’ hingga ke Pintu Al-Rahmah) di bagian belakang masjid.

Semuanya berjumlah sembilan rumah karena Rasulullah SAW mempunyai sembilan orang istri. Adapun yang masih ada hingga hari ini ialah rumah Rasulullah SAW bersama Aisyah RA. Rumah yang menjadi makam Rasulullah SAW dan dua orang sahabat beliau, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khathab RA.

Rumah Aisyah RA
Panjangnya jika diukur dari timur ke barat adalah 8 meter, lebarnya 5.5 meter, dan ketebalan tembok dalamnva 1 meter.

Rumah ini bersambung dengan rumah Fatimah RA di sebelah utara dan rumah Ummul Mukminin Hafsah RA di sebelah selatan. Tempat rumah Hafsah sekarang ini adalah tempat orang memberi salam kepada Rasulullah SAW.

Jarak antara kedua rumah ini cukup dekat. Sehingga Aisyah RA dan Hafshah RA dapat bercakap-cakap sementara mereka berada di dalam rumah masing-masing. Tempat Rasulullah SAW mengerjakan shalat jenazah berada di sebelah timurnya.

Rasulullah SAW membangun rumahnya dengan menggunakan tanah liat, pelepah, dan batang kurma. Atapnya dapat dicapai dengan tangan. Rumahnya mempunyai dua buah pintu, satu di bagian barat (di lorong menuju masjid), dan satu di bagian utara.

Pintu-pintu ini dibuat dari kayu biasa tanpa bingkai dan kunci. Di dalam gang sempit itu, Rasulullah SAW membuat satu bilik yang dibatasi dengan kain.

Perluasan Masjid Nabawi dan Rumah-Rumah Ummul Mukminin
Perluasan Masjid Nabawi telah dilakukan di zaman khalifah Al-Walid. Wilayah seputar rumah-rumah istri Rasulullah SAW (Ummahatul Mukminin) juga dimasukkan dalam rancangan perluasan ini.

Perintah dari Khalifah agar rumah-rumah Ummahatul Mukminin dimasukkan dalam rancangan perluasan masjid dibacakan oleh Gubernur Madinah, Umar bin Abdul Aziz, di hadapan penduduk Madinah dan alim ulamanya.

Alim ulama yang hadir ialah Said bin Al-Musayyib RA. Saat itu banyak hadirin yang menangis setelah menerima berita tersebut. Said bin Al-Musayyib berkata, “Demi Allah! Aku mengharapkan agar mereka tidak mengubah rumah-rumah itu (hujurat) agar penduduk Madinah dan generasi setelah ini dapat menyaksikan cara hidup Rasulullah SAW.”
Sekarang, rumah-rumah itu telah diruntuhkan setelah dibeli dari ahli waris/keluarga Ummahatul Mukminin RA.

Ternyata sama saja seperti masjid lainnya, tempat shalat,’’ itulah komentar Mappaewa, jamaah calon haji dari Kloter 1 Makassar, seusai mengunjungi Masjid Jin.  Masjid ini memang  tak sehebat  kisahnya.
Masjid Jin terletak di Jalan Sulaimaniyah, Makkah. Bangunannya seperti masjid biasa pada umumnya. Dari sisi arsitektur pun tak ada yang spesial. Masjid ini, diapit oleh gedung-gedung besar. Posisinya tepat di pinggir jalan raya.

‘’Hari ini, kami bersebelas memutuskan untuk tak shalat di Masjidil Haram, tapi di Masjid Jin ini,’’ kata Mappaewa. Ia sangat penasaran untuk mengunjungi masjid itu karena membaca kisahnya lewat buku sejarah.

‘’Saya pernah mendengar masjid ini pernah akan dibongkar dan ditolak para jin,’’ tutur Mappaewa.  Ia mengaku tak melihat ada sesuatu yang aneh di Masjid Jin. ‘’Saya juga pernah shalat Subuh di sini.’’
Masjid ini letaknya dekat dengan pemondokan jamaah haji Indonesia, sektor 4.  ‘’Kami ke sini jalan kaki, jaraknya hanya 400 meter dari pemondokan.’’ Tak hanya jamaah calon haji Indonesia yang shalat dan berkunjung ke Masjid Jin.

Siang itu, jamaah haji dari Bangladesh, India, serta Pakistan juga berbondong-bondong shalat di Masjid Jin. Masjid yang bermenara satu ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama untuk tempat shalat jamaah pria.

Jamaah wanita disediakan tempat shalat di lantai dua yang luasnya hanya sepertiga lantai pertama. Masjid Jin hanya mampu menampung sekitar 150 jamaah.  Masjid Jin terletak di Kampung Jin.  ‘’Di kampung ini banyak tinggal orang-orang yang berasal dari Indonesia,’’ ungkap Zaini, seorang mukimin.

Sehabis shalat Dzuhur,  seorang pria bangkit sambil menggendong anaknya yang menderita polio. Pria itu  berpidato yang isinya meminta bantuan untuk membiayai anaknya.  Ia lalu  berdiri di depan pintu keluar dan jamaah pun memberinya lembaran riyal sebagai sedekah.

Lantas apa yang spesial dari Masjid Jin?  Tentu saja sejarahnya. Masjid Jin merupakan salah satu tempat bersejarah di Tanah Suci, Makkah.  Jin seperti halnya manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT untuk beribadah.

‘’Tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat [51]: 56).  Sama seperti manusia, jin pun terbagi dua; Muslim dan kafir.  Alquran menerangkan tentang adanya jin yang menyatakan keislamannya.

“Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin mendengarkan Alquran. Lalu, mereka berkata, `Sesungguhnya, kami telah

mendengarkan Alquran yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar. Karena itu, kami memercayainya dan kami tidak akan mempersekutukan Allah SWT dengan siapa pun juga.” (QS  Jin [72] ayat 1-2).

Menurut catatan sejarah, suatu hari Rasul SAW bersama para sahabat sedang melaksanakan shalat Subuh. Ketika itu, Rasul SAW membaca surah Ar-Rahman [55] ayat 1-78. Dalam surah Ar-Rahman ini terdapat beberapa ayat yang berbunyi, “Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Saat ayat itu dibacakan,  para jin yang hadir saat itu langsung menjawab, ’’Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami tidak mendustakan nikmat-Mu sedikit pun. Segala puji hanya bagi-Mu yang telah memberikan nikmat lahir dan batin kepada kami.”

Ibnu Mas’ud mengaku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘’Aku didatangi juru dakwah dari kalangan jin. Lalu, kami pergi bersamanya, dan aku bacakan Alquran kepada mereka.”

Masjid  Jin merupakan saksi keimanan para jin tehadap kerasulan Nabi Muhammad SAW. Alkisah, para Jin berencana menuju Tihamah. Mereka lalu mendengar lantunan ayat suci Alquran. Para jin itu takjub saat mendengarkan lantunan Alquran.

Saat itulah, para jin kemudian berdialog dengan Rasulullah SAW. Mereka kemudian menyatakan keimanannya. Mereka kemudian menyampaikan hal itu kepada kaum jin.  Para jin lalu berbaiat dengan Rasul SAW.

Peristiwa itu  diabadikan dalam Alquran surah Al-Ahqaf [46]: 29-32.
Subhanallah, meski secara arsitektur tak ada yang istimewa dari Masjid Jin ini, ternyata nilai sejarahnya begitu luar biasa.
Satu lagi, tempat bersejarah yang dulu diajarkan di bangku sekolah akhirnya bisa saya kunjungi di Tanah Suci ini. Alhamdulillah…

Sumber: http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-bersejarah/shalat-di-masjid-jin/

Ternyata sama saja seperti masjid lainnya, tempat shalat,’’ itulah komentar Mappaewa, jamaah calon haji dari Kloter 1 Makassar, seusai mengunjungi Masjid Jin.  Masjid ini memang  tak sehebat  kisahnya.
Masjid Jin terletak di Jalan Sulaimaniyah, Makkah. Bangunannya seperti masjid biasa pada umumnya. Dari sisi arsitektur pun tak ada yang spesial. Masjid ini, diapit oleh gedung-gedung besar. Posisinya tepat di pinggir jalan raya.

‘’Hari ini, kami bersebelas memutuskan untuk tak shalat di Masjidil Haram, tapi di Masjid Jin ini,’’ kata Mappaewa. Ia sangat penasaran untuk mengunjungi masjid itu karena membaca kisahnya lewat buku sejarah.

‘’Saya pernah mendengar masjid ini pernah akan dibongkar dan ditolak para jin,’’ tutur Mappaewa.  Ia mengaku tak melihat ada sesuatu yang aneh di Masjid Jin. ‘’Saya juga pernah shalat Subuh di sini.’’
Masjid ini letaknya dekat dengan pemondokan jamaah haji Indonesia, sektor 4.  ‘’Kami ke sini jalan kaki, jaraknya hanya 400 meter dari pemondokan.’’ Tak hanya jamaah calon haji Indonesia yang shalat dan berkunjung ke Masjid Jin.

Siang itu, jamaah haji dari Bangladesh, India, serta Pakistan juga berbondong-bondong shalat di Masjid Jin. Masjid yang bermenara satu ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama untuk tempat shalat jamaah pria.

Jamaah wanita disediakan tempat shalat di lantai dua yang luasnya hanya sepertiga lantai pertama. Masjid Jin hanya mampu menampung sekitar 150 jamaah.  Masjid Jin terletak di Kampung Jin.  ‘’Di kampung ini banyak tinggal orang-orang yang berasal dari Indonesia,’’ ungkap Zaini, seorang mukimin.

Sehabis shalat Dzuhur,  seorang pria bangkit sambil menggendong anaknya yang menderita polio. Pria itu  berpidato yang isinya meminta bantuan untuk membiayai anaknya.  Ia lalu  berdiri di depan pintu keluar dan jamaah pun memberinya lembaran riyal sebagai sedekah.

Lantas apa yang spesial dari Masjid Jin?  Tentu saja sejarahnya. Masjid Jin merupakan salah satu tempat bersejarah di Tanah Suci, Makkah.  Jin seperti halnya manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT untuk beribadah.

‘’Tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat [51]: 56).  Sama seperti manusia, jin pun terbagi dua; Muslim dan kafir.  Alquran menerangkan tentang adanya jin yang menyatakan keislamannya.

“Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin mendengarkan Alquran. Lalu, mereka berkata, `Sesungguhnya, kami telah

mendengarkan Alquran yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar. Karena itu, kami memercayainya dan kami tidak akan mempersekutukan Allah SWT dengan siapa pun juga.” (QS  Jin [72] ayat 1-2).

Menurut catatan sejarah, suatu hari Rasul SAW bersama para sahabat sedang melaksanakan shalat Subuh. Ketika itu, Rasul SAW membaca surah Ar-Rahman [55] ayat 1-78. Dalam surah Ar-Rahman ini terdapat beberapa ayat yang berbunyi, “Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Saat ayat itu dibacakan,  para jin yang hadir saat itu langsung menjawab, ’’Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami tidak mendustakan nikmat-Mu sedikit pun. Segala puji hanya bagi-Mu yang telah memberikan nikmat lahir dan batin kepada kami.”

Ibnu Mas’ud mengaku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘’Aku didatangi juru dakwah dari kalangan jin. Lalu, kami pergi bersamanya, dan aku bacakan Alquran kepada mereka.”

Masjid  Jin merupakan saksi keimanan para jin tehadap kerasulan Nabi Muhammad SAW. Alkisah, para Jin berencana menuju Tihamah. Mereka lalu mendengar lantunan ayat suci Alquran. Para jin itu takjub saat mendengarkan lantunan Alquran.

Saat itulah, para jin kemudian berdialog dengan Rasulullah SAW. Mereka kemudian menyatakan keimanannya. Mereka kemudian menyampaikan hal itu kepada kaum jin.  Para jin lalu berbaiat dengan Rasul SAW.

Peristiwa itu  diabadikan dalam Alquran surah Al-Ahqaf [46]: 29-32.
Subhanallah, meski secara arsitektur tak ada yang istimewa dari Masjid Jin ini, ternyata nilai sejarahnya begitu luar biasa.
Satu lagi, tempat bersejarah yang dulu diajarkan di bangku sekolah akhirnya bisa saya kunjungi di Tanah Suci ini. Alhamdulillah…

Sumber: http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-bersejarah/shalat-di-masjid-jin/

363 Calon Jamaah Haji Resmi Diberangkatkan (Foto: Okezone)
Sebanyak 363 calon jamaah haji yang masuk dalam kelompok terbang (kloter) pertama asal Kabupaten Brebes, resmi diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah melalui embarkasi Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah.

Pelepasan 363 calon jamaah haji ditambah tujuh orang dari Tim Pemantau Peningkatan Pelayanan Penyelenggara Haji (TP4H), satu orang dari ‎TPIHI serta tiga orang petugas kesehatan, dilakukan langsung oleh Wakil Gubenur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko‎ menggantikan Ganjar Pranowo yang berhalangan.

Dihadapan calon jamaah haji, Heru meminta agar para tamu-tamu Allah ini untuk benar-benar bisa menjaga kondisi tubuh selama ditanah suci.

Pasalnya, perbedaan suhu cuaca antara Tanah Air dan Makkah, bisa saja mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga di khawatirkan akan mengganggu ke khusukan saat menjalankan ibadah haji.

"Nanti selama di tanah suci, saya berharap agar para jamaah haji benar-benar menjalankan ibadah haji. Tak hanya itu, suhu cuaca yang berbeda akan mempengaruhi para jemaah haji. Jadi jaga kesehatan selama di tanah suci,"papar Heru saat melepas para calon jemaah haji, di asrama haji Donohudan,Boyolali,Jawa Tengah, Senin (1/9/2014).

Selain memberangkatkan 363 calon jemaah haji ini,dua kelompok terbang (kloter) lainnya juga akan diberangkatkan pada hari ini.

Pukul 13.45 WIB, kelompok terbang juga asal Brebes kembali akan diberangkatkan dari embarkasi menuju tanah suci.

Sedangkan kloter ke tiga, atau kloter terakhir yang diberangkatkan pada hari ini, akan terbang dari embarkasi menuju ke tanah suci pada pukul 20.30 WIB.

Pada tahun ini, jumlah calon jemaah haji yang akan diberangkatkan ke tanah suci dari embarkasi haji, Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, ini sebanyak 26.538 orang. Para jamaah haji yang terbagi kedalam 71 kelompok terbang. (crl/okezone.com)

363 Calon Jamaah Haji Resmi Diberangkatkan (Foto: Okezone)
Sebanyak 363 calon jamaah haji yang masuk dalam kelompok terbang (kloter) pertama asal Kabupaten Brebes, resmi diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah melalui embarkasi Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah.

Pelepasan 363 calon jamaah haji ditambah tujuh orang dari Tim Pemantau Peningkatan Pelayanan Penyelenggara Haji (TP4H), satu orang dari ‎TPIHI serta tiga orang petugas kesehatan, dilakukan langsung oleh Wakil Gubenur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko‎ menggantikan Ganjar Pranowo yang berhalangan.

Dihadapan calon jamaah haji, Heru meminta agar para tamu-tamu Allah ini untuk benar-benar bisa menjaga kondisi tubuh selama ditanah suci.

Pasalnya, perbedaan suhu cuaca antara Tanah Air dan Makkah, bisa saja mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga di khawatirkan akan mengganggu ke khusukan saat menjalankan ibadah haji.

"Nanti selama di tanah suci, saya berharap agar para jamaah haji benar-benar menjalankan ibadah haji. Tak hanya itu, suhu cuaca yang berbeda akan mempengaruhi para jemaah haji. Jadi jaga kesehatan selama di tanah suci,"papar Heru saat melepas para calon jemaah haji, di asrama haji Donohudan,Boyolali,Jawa Tengah, Senin (1/9/2014).

Selain memberangkatkan 363 calon jemaah haji ini,dua kelompok terbang (kloter) lainnya juga akan diberangkatkan pada hari ini.

Pukul 13.45 WIB, kelompok terbang juga asal Brebes kembali akan diberangkatkan dari embarkasi menuju tanah suci.

Sedangkan kloter ke tiga, atau kloter terakhir yang diberangkatkan pada hari ini, akan terbang dari embarkasi menuju ke tanah suci pada pukul 20.30 WIB.

Pada tahun ini, jumlah calon jemaah haji yang akan diberangkatkan ke tanah suci dari embarkasi haji, Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, ini sebanyak 26.538 orang. Para jamaah haji yang terbagi kedalam 71 kelompok terbang. (crl/okezone.com)

Pembuatan Gelang Haji (foto: Bramantyo/Okezone)

Gelang haji yang identik berbagan logam merupakan salah satu perlengkapan wajib para jamaah selama di tanah suci. Bahkan, selama sebulan gelang tersebut tak boleh dilepas dari pergelangan tangan Jamaah Haji.

Gelang ini memiliki kegunaan untuk memudahkan mengidentifikasi jamaah yang tersesat atau terpisah dari rombongannya di saat melakukan ibadah Haji.

Humas asrama haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Badrus Salam, mengatakan selain mencantum nama pemakai gelang, juga terdapat nama negara, nomer paspor dan dari kloter mana calon jemaah haji ini berangkat.

"Semisal, si A ini di tanah suci tersesat. Saat tersesat ini, A bertemu dengan Z, si Z ini cukup melihat gelang haji yang dipakai. Dengan melihat gelang haji inilah calon jemaah haji ini bisa diantarkan ke rombongannya lagi," jelas Badrus saat ditemui okezone, di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (31/8/2014).

Menurut dia, gelang-gelang tersebut akan diberikan bersamaan dengan paspor para calon jemaan haji, sebelum calon jamaah haji ini diberangkatkan.

"Agar tidak hilang, gelang itu diberikan pada malam hari sebelum rombongan kloter diberangkatkan termasuk paspornya. Sedangkan jumlah gelang haji, disesuaikan dengan jumlah kloternya berapa calon jemaah haji," sambungnya.

Badrus menambahkan, gelang haji akan dibuat dengan warna yang berbeda. Untuk embarkasi Solo, gelang haji yang dipakai para jamaah berwarna kuning dengan kode embarkasi SOC.

"Tiap embarkasi warna gelang haji berbeda-beda. Di gelang haji ada kode embarkasi, kloter, nomor paspor, lambang bendera merah putih serta lambang garuda. Untuk embarkasi Solo, warna gelang kuning serta kode embarkasi SOC," tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan sebuah gelang "Risti" yang berguna untuk membantu jemaah yang mengalami gangguan kesehatan.

Gelang Risti ini diberikan kepada para calon jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan agar mudah dipantau. Pemakai gelang ini, kata Badrus, akan mendapatkan perlakuan dan perantauan khusus dari tenaga medis selama menjalankan ibadah haji.

"Pemakai gelang ini yaitu jemaah haji yang menderita penyakit seperti, jantung, darah tinggi, penderita gagal ginjal," tuntasnya.(fid) (ahm/okezone.com)
Pembuatan Gelang Haji (foto: Bramantyo/Okezone)

Gelang haji yang identik berbagan logam merupakan salah satu perlengkapan wajib para jamaah selama di tanah suci. Bahkan, selama sebulan gelang tersebut tak boleh dilepas dari pergelangan tangan Jamaah Haji.

Gelang ini memiliki kegunaan untuk memudahkan mengidentifikasi jamaah yang tersesat atau terpisah dari rombongannya di saat melakukan ibadah Haji.

Humas asrama haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Badrus Salam, mengatakan selain mencantum nama pemakai gelang, juga terdapat nama negara, nomer paspor dan dari kloter mana calon jemaah haji ini berangkat.

"Semisal, si A ini di tanah suci tersesat. Saat tersesat ini, A bertemu dengan Z, si Z ini cukup melihat gelang haji yang dipakai. Dengan melihat gelang haji inilah calon jemaah haji ini bisa diantarkan ke rombongannya lagi," jelas Badrus saat ditemui okezone, di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (31/8/2014).

Menurut dia, gelang-gelang tersebut akan diberikan bersamaan dengan paspor para calon jemaan haji, sebelum calon jamaah haji ini diberangkatkan.

"Agar tidak hilang, gelang itu diberikan pada malam hari sebelum rombongan kloter diberangkatkan termasuk paspornya. Sedangkan jumlah gelang haji, disesuaikan dengan jumlah kloternya berapa calon jemaah haji," sambungnya.

Badrus menambahkan, gelang haji akan dibuat dengan warna yang berbeda. Untuk embarkasi Solo, gelang haji yang dipakai para jamaah berwarna kuning dengan kode embarkasi SOC.

"Tiap embarkasi warna gelang haji berbeda-beda. Di gelang haji ada kode embarkasi, kloter, nomor paspor, lambang bendera merah putih serta lambang garuda. Untuk embarkasi Solo, warna gelang kuning serta kode embarkasi SOC," tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan sebuah gelang "Risti" yang berguna untuk membantu jemaah yang mengalami gangguan kesehatan.

Gelang Risti ini diberikan kepada para calon jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan agar mudah dipantau. Pemakai gelang ini, kata Badrus, akan mendapatkan perlakuan dan perantauan khusus dari tenaga medis selama menjalankan ibadah haji.

"Pemakai gelang ini yaitu jemaah haji yang menderita penyakit seperti, jantung, darah tinggi, penderita gagal ginjal," tuntasnya.(fid) (ahm/okezone.com)
Manasik Haji. Foto : Antara
Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan manasik haji diikuti sebanyak 924 orang yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci Mekkah pada 2014 atau 1435 Hijriah.

“Para calon haji ini terbagi dalam enam kelompok terbang,” kata Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Sleman Hery Sutapa seusai pelaksanaan hal-hal yang berhubungan dengan persiapan ibadah haji, Sabtu kemarin.

Menurut dia, enam kelompok terbang tersebut yakni, Kloter 23 SOC dengan jumlah jamaah 368 orang, Kloter 24 SOC dengan 154 orang, Kloter 25 SOC hanya dua 2 orang, Kloter 26 SOC terdiri 190 orang, Kloter 27 SOC tercatat 157 orang dan Kloter 29 SOC terdata 53 orang.

“Sedangkan maksud dan tujuan manasik haji tersebut antara lain untuk memberikan bekal pengetahuan dan persiapan praktik pelaksanaan ibadah haji,” katanya. Ia mengatakan, manasik memberikan gambaran tata cara pelaksanaan ibadah haji secara langsung kepada jamaah yang akan berangkat beribadah ke Tanah Suci tersebut.

“Di samping itu untuk melatih ketahanan fisik jamaah,” katanya. Proses pelaksanaan Haji Kabupaten Sleman tahun ini dimulai dengan Manasik Calon Jamaah Haji, Sabtu 23 Agustus 2014 di kompleks Stadion Tridadi Sleman.

Bupati Sleman Sri Purnomo saat memberi pengarahan pada manasik haji mengatakan bahwa bimbingan dalam manasik haji merupakan salah satu persiapan penting bagi calon haji karena dengan manasik, mereka diharapkan dapat mengetahui sekaligus mempraktikkan tata cara ibadah rukun Islam kelima tersebut.

“Sehingga rukun dan syarat sahnya ibadah haji dapat dilakukan dengan baik dan benar. Manasik melatih agar mengetahui apa saja yang harus dilakukan selama menunaikan ibadah di sana serta sebagai penyesuaian dengan segala hal yang akan dilakukan selama berada di Tanah Suci,” katanya.
Menurut dia, bimbingan manasik haji ini merupakan kunci penyelenggaraan ibadah haji yang juga ikut menentukan kemabruran atau diterima Allah haji seseorang. “Jika mabrur haji seseorang maka diharapkan juga membawa pengaruh positif bagi kualitas kesalehan sosial,” katanya.

Sri Purnomo mengatakan, berbagai persiapan harus dilakukan calon haji. “Niat yang ikhlas semata-mata karena ridho-Nya, kualitas dan kuantitas ibadahnya yang semakin meningkat serta pengetahuan akan tata cara melaksanakan rukun haji sesuai tuntunan Rasullullah merupakan beberapa hal yang harus dipersiapkan dengan baik,” katanya.

Dengan adanya manasik haji, diharapkan semua dapat melakukan rukun haji yang sama sesuai dengan ajaran Rasullah SAW. “Selain itu, manasik haji pun bermanfaat untuk mempelajari doa-doa sunah mulai dari keluar rumah untuk melaksanakan ibadah haji, saat di Mekkah, sampai kembali ke Indonesia,” katanya. (Republika)
Manasik Haji. Foto : Antara
Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan manasik haji diikuti sebanyak 924 orang yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci Mekkah pada 2014 atau 1435 Hijriah.

“Para calon haji ini terbagi dalam enam kelompok terbang,” kata Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Sleman Hery Sutapa seusai pelaksanaan hal-hal yang berhubungan dengan persiapan ibadah haji, Sabtu kemarin.

Menurut dia, enam kelompok terbang tersebut yakni, Kloter 23 SOC dengan jumlah jamaah 368 orang, Kloter 24 SOC dengan 154 orang, Kloter 25 SOC hanya dua 2 orang, Kloter 26 SOC terdiri 190 orang, Kloter 27 SOC tercatat 157 orang dan Kloter 29 SOC terdata 53 orang.

“Sedangkan maksud dan tujuan manasik haji tersebut antara lain untuk memberikan bekal pengetahuan dan persiapan praktik pelaksanaan ibadah haji,” katanya. Ia mengatakan, manasik memberikan gambaran tata cara pelaksanaan ibadah haji secara langsung kepada jamaah yang akan berangkat beribadah ke Tanah Suci tersebut.

“Di samping itu untuk melatih ketahanan fisik jamaah,” katanya. Proses pelaksanaan Haji Kabupaten Sleman tahun ini dimulai dengan Manasik Calon Jamaah Haji, Sabtu 23 Agustus 2014 di kompleks Stadion Tridadi Sleman.

Bupati Sleman Sri Purnomo saat memberi pengarahan pada manasik haji mengatakan bahwa bimbingan dalam manasik haji merupakan salah satu persiapan penting bagi calon haji karena dengan manasik, mereka diharapkan dapat mengetahui sekaligus mempraktikkan tata cara ibadah rukun Islam kelima tersebut.

“Sehingga rukun dan syarat sahnya ibadah haji dapat dilakukan dengan baik dan benar. Manasik melatih agar mengetahui apa saja yang harus dilakukan selama menunaikan ibadah di sana serta sebagai penyesuaian dengan segala hal yang akan dilakukan selama berada di Tanah Suci,” katanya.
Menurut dia, bimbingan manasik haji ini merupakan kunci penyelenggaraan ibadah haji yang juga ikut menentukan kemabruran atau diterima Allah haji seseorang. “Jika mabrur haji seseorang maka diharapkan juga membawa pengaruh positif bagi kualitas kesalehan sosial,” katanya.

Sri Purnomo mengatakan, berbagai persiapan harus dilakukan calon haji. “Niat yang ikhlas semata-mata karena ridho-Nya, kualitas dan kuantitas ibadahnya yang semakin meningkat serta pengetahuan akan tata cara melaksanakan rukun haji sesuai tuntunan Rasullullah merupakan beberapa hal yang harus dipersiapkan dengan baik,” katanya.

Dengan adanya manasik haji, diharapkan semua dapat melakukan rukun haji yang sama sesuai dengan ajaran Rasullah SAW. “Selain itu, manasik haji pun bermanfaat untuk mempelajari doa-doa sunah mulai dari keluar rumah untuk melaksanakan ibadah haji, saat di Mekkah, sampai kembali ke Indonesia,” katanya. (Republika)
Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman As-Sudais (Today’ Opinion)
Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman As-Sudais menghimbau umat Islam yang sudah pernah melaksanakan haji dan umrah untuk tidak berangkat ke Mekkah tahun ini. Himbauan ini disebabkan sedang dilaksanakan pembangunan besar-besaran di areal Masjidil Haram. Demikian diberitakan Today’s Opinion, Senin (14/7/2014) kemarin.

As-Sudais mengatakan, “Proyek-proyek pembangunan di Masjidil Haram saat ini adalah proyek yang raksasa dan perluasan yang bersejarah. Seusai proyek ini akan terjadi perubahan dan perbaikan yang sangat besar dalam melayani para jamaah.”

Beliau melanjutkan, “Karena proyek-proyek ini masih terus berjalan, terjadi penyempitan tempat untuk tawaf. Orang-orang yang melaksanakan tawaf sangat berdesakan. Ini akan sangat membahayakan keselamatan dan kenyamanan para jamaah. Oleh karena itu, demi kemaslahatan bersama, untuk sementara jumlah jemaah haji dan umrah harus dikurangi sampai proyek-proyek selesai.”

Pengurangan itu, menurut beliau, hendaknya dilakukan pada para jamaah yang sudah pernah melaksanakan ibadah haji dan umrah. Sebaiknya mereka tidak mengulanginya lagi, untuk memberikan kesempatan kepada saudara-saudaranya yang belum melaksanakan. (msa/dakwatuna)
Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman As-Sudais (Today’ Opinion)
Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman As-Sudais menghimbau umat Islam yang sudah pernah melaksanakan haji dan umrah untuk tidak berangkat ke Mekkah tahun ini. Himbauan ini disebabkan sedang dilaksanakan pembangunan besar-besaran di areal Masjidil Haram. Demikian diberitakan Today’s Opinion, Senin (14/7/2014) kemarin.

As-Sudais mengatakan, “Proyek-proyek pembangunan di Masjidil Haram saat ini adalah proyek yang raksasa dan perluasan yang bersejarah. Seusai proyek ini akan terjadi perubahan dan perbaikan yang sangat besar dalam melayani para jamaah.”

Beliau melanjutkan, “Karena proyek-proyek ini masih terus berjalan, terjadi penyempitan tempat untuk tawaf. Orang-orang yang melaksanakan tawaf sangat berdesakan. Ini akan sangat membahayakan keselamatan dan kenyamanan para jamaah. Oleh karena itu, demi kemaslahatan bersama, untuk sementara jumlah jemaah haji dan umrah harus dikurangi sampai proyek-proyek selesai.”

Pengurangan itu, menurut beliau, hendaknya dilakukan pada para jamaah yang sudah pernah melaksanakan ibadah haji dan umrah. Sebaiknya mereka tidak mengulanginya lagi, untuk memberikan kesempatan kepada saudara-saudaranya yang belum melaksanakan. (msa/dakwatuna)

Headline

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Kecintaan rasulullah terhadap gunung uhud

Kecintaan rasulullah terhadap gunung uhud

Di antara keistimewaan Gunung Uhud adalah kecintaan Rasulullah SAW kepada gunung tersebut. Diriwatkan juga bahwa gunung Uhud juga mencintai ...
Read More
Kecintaan rasulullah terhadap gunung uhud

Kecintaan rasulullah terhadap gunung uhud

Di antara keistimewaan Gunung Uhud adalah kecintaan Rasulullah SAW kepada gunung tersebut. Diriwatkan juga bahwa gunung Uhud juga mencintai ...
Read More
Rumah ummul mukminin

Rumah ummul mukminin

Rumah-rumah Ummul Mukminin (istri-istri Rasulullah SAW) berada di sekitar Masjid Nabawi. Letaknya mengelilingi masjid di sebelah tenggara (d...
Read More
Rumah ummul mukminin

Rumah ummul mukminin

Rumah-rumah Ummul Mukminin (istri-istri Rasulullah SAW) berada di sekitar Masjid Nabawi. Letaknya mengelilingi masjid di sebelah tenggara (...
Read More
Shallat di masjid jin

Shallat di masjid jin

Ternyata sama saja seperti masjid lainnya, tempat shalat,’’ itulah komentar Mappaewa, jamaah calon haji dari Kloter 1 Makassar, seusai mengu...
Read More
Shallat di masjid jin

Shallat di masjid jin

Ternyata sama saja seperti masjid lainnya, tempat shalat,’’ itulah komentar Mappaewa, jamaah calon haji dari Kloter 1 Makassar, seusai mengu...
Read More
363 Calon Jamaah Haji Resmi Diberangkatkan

363 Calon Jamaah Haji Resmi Diberangkatkan

363 Calon Jamaah Haji Resmi Diberangkatkan (Foto: Okezone) Sebanyak 363 calon jamaah haji yang masuk dalam kelompok terbang (kloter) pertam...
Read More
363 Calon Jamaah Haji Resmi Diberangkatkan

363 Calon Jamaah Haji Resmi Diberangkatkan

363 Calon Jamaah Haji Resmi Diberangkatkan (Foto: Okezone) Sebanyak 363 calon jamaah haji yang masuk dalam kelompok terbang (kloter) pe...
Read More
Manfaat Gelang Haji Selama Beribadah di Tanah Suci

Manfaat Gelang Haji Selama Beribadah di Tanah Suci

Pembuatan Gelang Haji (foto: Bramantyo/Okezone) Gelang haji yang identik berbagan logam merupakan salah satu perlengkapan wajib para jamaah...
Read More
Manfaat Gelang Haji Selama Beribadah di Tanah Suci

Manfaat Gelang Haji Selama Beribadah di Tanah Suci

Pembuatan Gelang Haji (foto: Bramantyo/Okezone) Gelang haji yang identik berbagan logam merupakan salah satu perlengkapan wajib para j...
Read More
Manasik Kunci Penyelenggaraan Ibadah Haji

Manasik Kunci Penyelenggaraan Ibadah Haji

Manasik Haji. Foto : Antara Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan manasik haji diikuti sebanyak 924 orang yang dij...
Read More
Manasik Kunci Penyelenggaraan Ibadah Haji

Manasik Kunci Penyelenggaraan Ibadah Haji

Manasik Haji. Foto : Antara Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan manasik haji diikuti sebanyak 924 orang ya...
Read More
Imam Sudais: Sebaiknya Tidak Mengulang Haji dan Umrah Tahun Ini

Imam Sudais: Sebaiknya Tidak Mengulang Haji dan Umrah Tahun Ini

Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman As-Sudais (Today’ Opinion) Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman As-Sudais menghimbau umat Islam y...
Read More
Imam Sudais: Sebaiknya Tidak Mengulang Haji dan Umrah Tahun Ini

Imam Sudais: Sebaiknya Tidak Mengulang Haji dan Umrah Tahun Ini

Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman As-Sudais (Today’ Opinion) Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman As-Sudais menghimbau umat Is...
Read More